BREAK OUT! Part 15 [END]

Minggu 08:00 AM

Semua orang berdiri menatap laut yang luas itu. Semuanya diam. Hanya seseunggukan dari Bom Omma saja yang terdengar. Hari itu juga mereka semua melepas Haekyu pergi. TOP Appa memeluk Bom Omma. Di sampingnya Leeteuk yang masih memakai kursi roda menangis dalam diam, menatap kepergian dongsaengnya. Begitu juga dengan Yunho yang juga diam.
Haerin dan Hyemin sudah tidak menangis lagi, tetapi mereka masih kalut dalam suasana saat ini. setelah mengucapkan selamat tinggal pada Haekyu, mereka semua kembali. Jessica Omma, Siwon Appa, Yunho, Kibum, Krystal, dan Hankyung kembali ke rumah sakit untuk menemani Minji di sana.
“Hyung, Mianhae..” ucap Yunho pada Leeteuk.
“Gwaenchana.. bukan salahmu juga. Terima kasih sudah menjaga Haekyu selama ini..”
“Ne, Hyung. Kalau begitu aku kembali dulu.”
“Ne, nanti malam aku akan ke sana.”
“Ne, jalga, Hyung..”

BRAK!!
“MWO!?!?! LUMPUH???” Siwon Appa menggebrak meja Dokter Kangin keras. Dokter Kangin mengangguk pelan. Siwon memegangi keningnya. “Youngwoon~ah, tidak bisakah kau lakukan sesuatu? Demi anakku??” tanya Siwon Appa.
“Sebenarnya jika melakukan terapi secara rutin masih ada kemungkinan untuk sembuh.”
“Kalau begitu lakukan apa saja asal dia tidak lumpuh…”
“Kita berdoa saja, Siwonnie..”
Siwon mengangguk lalu keluar dari ruangan Dokter Kangin dan menemui Jessica Omma. Ia menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan anak bungsu mereka.
“Mworago? Jagiya.. Ottokaeyo?” Jessica jatuh terduduk di lantai. Tetapi Siwon menangkapnya sebelum Jessica benar-benar terjatuh.
Kibum yang tidak sengaja mendengar hal itu terdiam. Seketika perasaannya menjadi campur aduk. Ia berjalan lesu masuk ke kamar tempat Minji dirawat. Ia berjalan perlahan lalu duduk di sebelah ranjang.
“Minji~ah, ironabwayo..” Ucap Kibum. Airmatanya sudah membasahi pepuluk matanya.
Jgrek..
Haerin dan Yunho masuk. Kibum segera menghapus sisa air matanya lalu tersenyum menyambut mereka. Yunho mengela nafas panjang lalu duduk di sebelah Kibum. Haerin masih berdiri.
“Mianhae, kalau saja aku lebih menjaga Minji..” Sesal Haerin.
“Gwaenchanayo. Ini bukan salah siapa-siapa..” Jawab Yunho. “Minji akan baik-baik saja..” Lanjut Yunho. Kibum tercekat. Mungkin Yunho belum dengar kabar ini.
“Hyung..” Kibum menyahut. Yunho meliriknya.
“Wae?”
Jgrek..
Omma Jessica masuk dengan tangis yang tidak bisa ia tahan. Yunho menghampirinya. Tetapi Kibum malah menunduk dan terdiam. Haerin juga berdiri.
“Yunho~ya..” Yunho merengkuh Ommanya.
“Wae?”
“Minji.. Yunho~ya, sebaiknya kita bawa Minji berobat ke Amerika saja. Andwaeyo..” Ucapnya membuat Yunho bingung.
“Maksut Omma??”
“Dokter.. Memvonis bahwa Minji.. Lumpuh..” Tangisnya semakin menjadi lagi. Haerin membekap mulutnya. Yunho terbelalak lalu melepaskan pelukan Ommanya.
“MWO???” sentak Yunho kaget.
“Omma, jangan bercanda seperti itu…”
“Omma serius!! Kibum~ah…” Jessica Omma mulai menghampiri Kibum. Kibum hanya mengangguk.
“Lakukan apa saja agar Minji bisa kembali seperti dulu…”

**

Leeteuk menghela napasnya. Haerin hanya diam. Ia menjadi lebih pendiam beberapa hari terakhir ini.
“Jagiya, aku menemukan ini…” ucap Leeteuk lalu menyerahkan sebuah buku yang sangat manis pada Haerin.
Tanpa perlu membuka, Haerin sudah tau ini pasti kepunyaan Haekyu. Ia membuka dan membaca halaman itu satu persatu. Sesekali ia tertegun melihat ada banyak sekali foto-fotonya dan Minji sejak SMP, juga beberapa foto yang mereka ambil belakangan ini. Ia terdiam. Leeteuk sudah pasti akan menginterogasinya soal ini.
“Jagiya, kenapa kau sembunyikan semua ini dariku?” tanya Leeteuk pelan. Haerin bingung menjawab.
“Kau kan bisa menceritakan semuanya padaku. Bahkan Haekyupun tidak menceritakan sedikitpun padaku. Kalau kau cerita padaku masalahmu dari awal, aku pasti akan membantumu…” lanjutnya. Haerin teradiam. Perasaannya kini bercampur aduk antara sedih dan menyesal.
“Oppa, aku hanya tidak ingin semua orang ikut susah karena aku.”
“Araseo, Haerin~ah. Kau adalah hartaku satu-satunya saat ini. Aku sudah percaya padamu dan kau juga percaya padaku.” Haerin mendongak, menahan air matanya agar tidak jatuh.
“Jangan pernah berpikir aku menyalahkanmu atas meninggalnya Haekyu. Itu semua pasti murni karena kecelakaan. Aku juga sangat bangga sekali bisa mempunyai dongsaeng setangguh Haekyu. Dan aku sangat berhutang padanya karena menyelamatkanmu dan juga yang lainnya…” kata Leeteuk.
“Tapi harusnya~”
“Ssh, sekarang adalah sekarang. Haerin~ah, kau tau apa yang kurasakan sekarang ini?” tanya Leeteuk. Haerin hanya tersenyum kecil. “Kau sudah menjadi bagian hidupku sekarang. Ne, karena aku hidup dengan nyawamu di tubuhku. Dan aku senang sekali bisa diberi satu kali lagi kesempatan untuk hidup bersamamu.”
“Oppa..”
Haerin menarik Leeteuk ke dalam pelukannya. “Oppa, Mianhae… Mianhae…”
Leeteuk tersenyum. “Aku yang seharusnya minta maaf telah membuatmu menderita dengan membunuh dirimu sendiri demi menyelamatkanku.”
“Gwaenchana.. itu tidak seberapa dibandingkan harus hidup tanpamu… Saranghae, Oppa…”
“Lee Haerin, listen carefully. I won’t repeat this for the second time.” Leeteuk berkata hati-hati. Haerin mengangguk dengan semangat.
“Lee Haerin, would you… Marry me?”
Haerin dapat mendengar jantungnya berdegup kencang sekali saat ini. kembang api warna warni serasa menyala-nyala di dalam dirinya. Suara Leeteuk yang penuh wibawa dan penuh dengan keseriusan dan tanggung jawab. Satu-satunya orang yang amat ingin ia miliki selamanya. Park Jungsu. Sekarang sedang menanti jawabannya.
“I… do..”

**

2 Days passed

“Ya~ cheer up..” Kibum tersenyum menggoda gadis pujaannya yang sedang cemberut di depannya.
“Hassh, Oppa… Kenapa kau masih di sini sih?”
“Yaa… kau mengusirku, Jagiya??”
“Kau ini aneh sekali. Kau bahkan tau aku sudah tidak bisa berjalan lagi. Kenapa kau masih mau dekat denganku?” tanya Minji. “Waeyo? Memangnya aku peduli kau tidak punya kaki sekalipun?” tanya
Kibum lalu terkikik lagi. Minji makin tidak mengerti dengan Kibum.
“Tega sekali Haekyu mendorongku sampai ke dasar jurang itu…” gumam Minji.
“Haissh, sebentar lagi kau juga bisa kembali berjalan…”
“Impossible.”
“Ya, aku akan menemanimu berobat dan terapi di Amerika. Kau setuju?”
Minji memicingkan matanya. “Bagaimana aku bisa percaya?”
“Kau harus percaya! Aku kan namjachingumu…” seru Kibum. Minji menggeleng. “Aku tidak mau terlalu berharap yang mustahil seperti itu.” Minji tetap menggeleng.
“Tapi yang ini serius. Berhasil atau tidak, setidaknya kita harus mencobanya. Lagipula, mm…”
“Mm apa?”
“Ya, Minji~ah.. Aku berpikir seharusnya kita tunangan…”
Minji terbelalak. “Tunangan..?!” serunya. “Haah.. aku lega sekarang bisa membuatmu terkejut seperti ini.” kata Kibum lalu memeluk Minji. Minji mengernyit lalu melepaskan pelukan Kibum dengan cepat.
“Maksud Oppa?”
“Ya~ mengakulah selama ini kau selalu tau kan apa yang sedang kupikirkan?!?!”
“Mm, aniyo.”
“Liar..” tuduh Kibum. Minji menggaruk kepalanya, “Hanya sedikit..” ujarnya sambil menjulurkan lidahnya.
“Itu kan sebabnya kau mendua dengan Donghae~”
“Yaa!! Siapa yang mendua??” selak Minji. “Jadi, bagaimana jawabannya? Kau setuju kalau kita menikah setelah lulus SMA ini?” tanya Kibum. Minji menampar pipi kanan Kibum pelan. “Aku bahkan belum lulus..”
“Maksutku, setelah kau lulus…” Kibum menyentil ujung hidung Minji.
“Bagaimana yaa…”
Kibum memutar matanya. Lalu ia mengambil gitar yang ia letakkan di sebelahnya dan mulai memetik senarnya.
“Kau harus mendengarkan lagu ini, My little Princess. You’re the truly little princess for me..”
Jreengg…
“Jamkan… setelah aku selesai dengan lagu ini, kau harus memberiku jawabannya, araseo??” ingat Kibum. Minji mengangguk antusias. “Ne, Ne..”
“Sarangi gaetjwo iron nae maumeul, sumgiryo haedo geumsae ibkaui misoman… harudo andwae do bogoshippojyo, onjjoju nae mameun gippeun byongie gorringor… Gaeinreun nae mosseup ijen obsur koyeyo… Wohan koman boyojugo shippungoryo. Jogi nupeun hanurro naraga, saranghandago sesange marhalae. Gipeun bamhaneure kyojiji anneun, girl… nomanun jikineun nanungori dwelkeyo, You’re my love…”
“Onjegajina geudae mamsokae naega turogarsu issodorog hurakhaejwo manir geudaedo nawa gattamyun. apeumeun objyo… jijin geudael na jikirke for you…”
“My little princess ijekko sumkyowo namanae sarang nir boyojulkkoya, yongwontorok bunji anneun mamiro, girl… naejasinboda do do saranghaejir gorago, you’re my love …”
Kibum menghentikan petikan gitarnya. Minji tersenyum.
“Nice song..” Minji bertepuk tangan dengan semangat. Jelas sekali perbedaan ketika pertama kali Donghae menyanyikan lagu itu untuknya.
“So, can’t you be a part of me.. forever?” tanya Kibum dengan senyuman mautnya. Hati Minji tergerak untuk langsung berteriak bahwa ia juga ingin Kibum menjadi bagian dari hidupnya juga.
“Let’s try it, Oppa..” sahut Minji lalu merentangkan tangannya. Kibum tersenyum lalu memeluk Minji, sambil menyisipkan sebuah cincin yang sangat cantik di jari manis Minji.
“Kaja.. let’s go to America, my lil princess..”

**

“Yaaa~ Hyeminnie!!” panggil Donghae. Hyemin menoleh.
“Mmm… hari ini.. bisakah kita bermain bersama di Lotte world?” tanya Donghae sedikit malu-malu. Hyemin terbatuk untuk menyembunyikan tawanya yang siap meledak. Ada angin apa Donghae mengajaknya ke Lotte World. Donghae tersenyum manis.
“Aniyo, aku bercanda. Maksudku, besok kan hari ulang tahunmu yang ke 20..”
“Omo, jincha! Cepat sekali..”
“Ne, dan aku ingin mengajakmu ke suatu tempat malam ini..”
“Where is it?”
“Ahaha, it’s secret secret. Sudahlah, berdandanlah yang cantik. Aku akan menjemputmu jam 7 malam ini.” kata Donghae. “Ya, Oppa..”
“Hyeminnie, jebaal.. hanya sekali ini saja. Aku tidak punya waktu lagi selain malam ini…”
“Aah, geurae. Araseo..”
“Thank youuu.. saranghamnidaa..”
“Ye, nado saranghae..”

07:02 pm

“Omonaa, kita sudah telat, Hyeminniee…”
“Jamkaaan! Dimana Sungmin Oppa dan Kangin Appa? Yaa~ jinchaaa..”
“Aah, sudahlah… tidak usah pamit mereka juga tidak apa-apa..”
“Oppa, bagaimana kalau mereka nanti mencariku??”
“Aku yang tanggung jawab!” seru Donghae. Hyemin akhirnya mengangguk dan mengikuti Donghae masuk ke dalam mobil audi merahnya yang elegan itu. Kurang lebih 20 menit perjalanan, mereka sampai di sebuah Restaurant Royal Empire yang sangat mewah dan sangat elegan.
Salah satu penerima tamu mempersilahkan mereka masuk. “Aigoo, kita sudah telat..”
“Ya, memangnya ada acara apa ini??”
“Tentu saja sesuatu yang sangat spesial.” Jawab Donghae.
Rasa penasaran Hyemin akhirnya terhapuskan sudah ketika Donghae mengajaknya ke ruangan yang sudah di reserve di lantai atas. Dari ruangan itu mereka bisa melihat pemandangan kota Seoul pada malam hari, dan juga pertunjukkan air mancur yang ada di jembatan di bawah sana.
Dan yang lebih mengejutkan lagi, ketika Donghae membawa Hyemin masuk ke dalam, beberapa orang menyambut mereka dengan siulan dan tepuk tangan yang menunjukkan kekaguman. Tidak ada banyak orang di situ, tetapi Hyemin belum pernah melihat beberapa dari mereka selama ini.
“Welcome, the most incredible couple ever!!” sorak seseorang yang Hyemin tidak kenal.
“Ne, Noona… Ladies and gentlemen.. kenalkan, ini adalah Hyemin… calon tunanganku.”
Semuanya bertepuk tangan lagi. Dari wajah-wajah itu, Hyemin bisa menemukan sosok Ommanya, Tiffany Omma, Kangin Appa, dan Sungmin. Mereka bahkan ada di situ. Hyemin benar-benar bingung sekarang.
“Hyemin~ah, kenalkan… ini Ommaku.”
Hyemin dengan canggung menyalami Omma Donghae yang sangat cantik dan anggun. “Dan ini Abeojiku..”
“Dan yang ini Noonaku, Narsha.”
“Hello, dongsaeng.. nice to meet you.”
“Ne, Unnie~ah..” sahut Hyemin, menyunggingkan senyuman paling manisnya. “She’s sweet isnt she?” ucapnya, di sambut anggukan dari Appa dan Omma Donghae.
Setelah mereka saling berkenalan dan berpelukan, mereka berdua duduk di tengah-tengah mereka. Jujur, Hyemin merasa canggung sekali saat ini. tetapi Tiffany Omma di sebelahnya mencoba menenangkannya.
Acara makan malampun di mulai. Kedua orangtua itu saling mengobrol. Sungmin juga nampaknya dekat dengan Noona Donghae yang bernama Narsha tersebut.
“Kau pasti tidak kenal dengan Noonaku, dia sekolah di Swiss selama ini.”
“Kupikir kau tidak punya orangtua..” kata Hyemin, mencibir.
“Aku hanya ingin hidup mandiri saja.”
“Haah, dan kupikir bahasa inggrismu jelek sekali. Ternyata semua keluargamu berbicara bahasa Inggris.”
“Aku hanya bisa sedikit-sedikit, Hyeminniee..” Donghae terkikik.
Tiba hidangan penutup. Menu kali ini adalah enchocolove gaged. Semua tampak asyik sendiri dengan obrolannya. Hyemin memasukkan cake itu ke dalam mulutnya dan, sesuatu berkeletak di dalamnya. Donghae tampak sangat was-was. Yang lain juga. Seperti menunggu Hyemin mengatakan sesuatu.
“Hyemin~ah?”
Hyemin terdiam sebentar sebelum mengeluarkan sesuatu itu dari dalam mulutnya. Ketika ia melihat apa yang membuatnya penasaran, ternyata itu adalah sebuah cincin emas putih yang sangat cantik. Omma dan Narsha lah yang pertama kali tertawa dan bertepuk tangan.
“Omona, Donghae kecil sudah beranjak dewasa… how romantic he is!” Narsha berseru semangat sekali.
“Tentu saja. Ya~ Hwang Hyemin.. Katakan sejujur-jujurnya di depan semua orang yang ada di sini.. Maukah kau me~”
“Ahahaha, are you kidding me, Oppa?” tanya Hyemin. Kangin Appa dan Tiffany Omma sepertinya masih terlihat amat-sangat-canggung.
“Of course not…”
“Are you kidding me? What a reason could make me refuse this proposal ? Of course i want..” ucap Hyemin akhirnya. Mata Donghae terbelalak. “Are you serious?? Not kidding me, Honey sweety candycane??” Donghae memegang wajah Hyemin. Tiffany omma dan Omma Donghae terkikik geli.
“Ne, and i will not ever regret it.”
“YESSS!! Appa, Omma, Tiffany Omma, Kangin Appa, Sungmin Hyung, Narsha Noona… Hyemin menerimaku!!!” soraknya. Appa Donghae mengangguk. “Kalian benar-benar lucu sekali…” sahut Narsha, disambut anggukan Sungmin.

**

2 YEARS LATER

PARK JUNGSU & LEE HAERIN.
St. Mary Church, Seoul, South Korea.
March 3rd, 2013 ; 10.00 A.M KST

Hard Rock Hotel, Seoul, South Korea.
March 3rd, 2013 ; 06.00 P.M KST.

“God created these son of Adam and daughter of Eve, God had made these two hearts become one, and only death could separate them.”

“YAAAA!!! GEGEEEEE!!!! HAERIN NOONA DAN TEUKIE HYUNG AKAN MENIKAH?!?!?!?!” Henry berteriak kencang.
“Ne? Ahhh. Mereka memang sudah merencanakan pernikahan dulu. Kapan acaranya?” Hankyung menimpali Henry.
“Baca sendiri…” Henry memberikan undangan Haerin dan Leeteuk pada Hankyung. Tiba – tiba HP Henry berdering.
“Shi a?”
“Henhen!” sapa suara dari seberang sana.
“Eh? HAERIN NOONA!”
“Ne… bagaimana keadaanmu dan Hankyung Oppa?”
“Wo dan gege baik-baik saja. Unnie sendiri?” Tanya Henry bersemangat.
“Sangat baik. Ahahaah. Ehmm… kau sudah terima undanganku?”
“Ne, unnie! Chukhahaeyo! Akhirnya Noona akan menikah dengan Teukie Hyung! Waaaaahhhh!”
“Ahahaha. Ne, gomawoyo, Henry~ah. Sebenarnya, ada hal yang ingin kusampaikan padamu.”
“O…ke… apa itu, Noona?”
“Apa kau mau jadi bestman-ku saat aku menikah nanti?” Tanya Haerin langsung. DEG. Seketika itu juga jantung Henry berdetak sangat kencang.
“Eh? Bestman-nya Noona? Tapi, bukankah seharusnya Yoochun Ajusshi, atau Kyuhyun Hyung, atau Mir Hyung? Kenapa aku, Noona?”
“Well, aku menepati janjiku padamu, Henry-ah. Dan juga aku hanya ingin kau yang menjadi bestman-ku, karena kau sangat berarti dalam hidupku. Apa kau tidak mau mengantarku sampai ke altar dan menyerahkanku pada Teukie?”
“Aniyooooo… bukan begitu, Noonaaa…” Henry tidak dapat berkata apa-apa.
“Great! We have a deal then. Dan pastikan kau kembali ke Korea dua hari sebelum pernikahanku, okay? Dan jangan lupa ajak sepupuu, Zhoumi! Kudengar dia baru pulang dari Jepang kemarin.”
“Ah, okay, Noona.”
“Ne, annyeong…” Haerin memutuskan hubungan interlokalnya dengan Henry.
“YES!!!!!!!!!!!!!” Henry kembali berteriak kencang.
“Yayayaa! Ada apa denganmu?!” tegur Hankyung.
“GEGE! BANTU AKU MENCARI TUXEDO YANG PALING BAGUS!!!”

**

“Kyaaaa~~ Dimana anak itu, eh? Ini sudah hampir jam 8. kalau begini dia bisa telat menghadiri pernikahanku dengan Leeteuk.” Haerin melengos sambil terus melihat jam dinding. Hyemin tertawa. Sesekali ia membetulkan tatanan rambut Haerin yang digelung anggun dan gaun putih panjang tanpa tali yang dikenakannya lagi.
“Kau ini.. sudahlah, dia pasti datang melihatmu mengucapkan janji setia.” Kata Hyemin.
“Haiss, kemarin lalu aku sudah berpamitan dengan Haekyu, entahlah dia mendengarnya atau tidak. Rasanya kurang kalau aku belum bertemu dengannya. Sudah 2 taun ini aku tidak bertemu dengannya juga dengan Kibum.”
“Jangan-jangan mereka lupa kalau harus kembali ke Korea hari ini?” Hyemin menggoda Haerin.
“Andwaee!! Awas saja kalau sampai begitu. Aku akan menyusulnya ke California sekarang juga.”
Hyemin mendongak sewaktu ada keributan-keributan kecil di luar sana. Haerin juga. Tetapi ia tidak bisa bergerak bebas karena gaun pengantinnya itu. Tetapi rasa penasarannya sirna sudah sewaktu seseorang mengintip ruangan itu dan menyapa mereka dengan senyum mautnya.
“KIBUM~AH!!” Haerin hampir saja berdiri kalau Hyemin tidak menahannya.
“Annyeong, Haerin, Hyemin..”
“Yaaa~~!!!! Kukira kalian tidak datang ke acara super pentingku ini!!”
“Bagaimana bisa tidak?” tanya Kibum sambil terkekeh.
“Mana Minji?” tanya Haerin antusias. “Apa dia baik-baik saja? Apa kau menjaganya selama di sana?? Apa sekarang dia sudah bisa berjalan dengan lancar??” Haerin menyerbu Kibum dengan seribu satu pertanyaan. Kibum hanya tersenyum dan menyeret seseorang untuk masuk.
“Annyeong, unnie…” sapa Minji sambil melambaikan tangannya.
“YAAAAAA~~!!!” sekarang Haerin benar-benar berdiri. Hyemin juga, dan ia yang lebih dulu meraih tubuh Minji dan memeluknya. “Kau sudah bisa jalan lagii?! Yaaa…” Haerin juga memeluknya. Kibum sepertinya sangat was-was dan berusaha untuk menyingkirkan Hyemin dan Haerin dari sana.
“Yaa~ hati-hatilah… Kau bisa menyakiti anak kami…” kata Kibum.
Haerin ternganga. Hyemin menelengkan kepalanya, bingung.
“Hehehe, Unnie… aku dan Kibum sudah menikah secara resmi di sana. Sayang sekali kalian berdua sedang ujian untuk masuk ke universitas. Tapi, pasti akan ada pesta susulannya setelah ini..” jelas Minji innocent.
“What?? Kau … sudah.. rr.. punya.. baby??” tanya Hyemin linglung.
“Kembar! Sudah dua bulan ini!”
“Mworagooo?!??!”
“Yaaaa~~ kenapa kau tidak bilang?? Kau mendahuluikuu!!!” Haerin berusaha menangkap Minji. Minji bersembunyi di belakang Kibum. “Haerin~ah, nanti kau bisa melukai bayi mungilku..” Kibum berusaha melindungi Minji.
“Ooh, geurae-geurae. Tunggu apa kata yang lain soal ini nanti..” sahut Haerin lalu tertawa.
Minji, Kibum, dan Hyemin tertawa lepas.
Haerin mengeluarkan sebuah sobekan kertas dan membacanya lagi sebelum ia masuk ke gereja dan berdiri di sisi Leeteuk di depan altar.
”Unnie, hwaiting!” Minji, Hyemin, dan Kibum tersenyum menyemangati Haerin.

THE END

3 responses

23 06 2010
Vaniiy Hyesun Lee

mian ya aku baru komen skrg, ak ud ngkutin dr part 1, hehe.. emg kren dah crtax, pengen bgd jdi minji, diperhatiin kibum truz, slm knl buad author.nya😀

25 07 2010
KOREANSTAR

hihihi… gomawo Hyesun ^^
salam kenal juga :* smoochy smoochy.
kalo mau bikin FF juga, silahkan kirim ke sini… peluang terbuka lebar. ahaha ;))

3 08 2010
leehaerin

salam kenal juga lee hyesun ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: