CLUB No. 1 (CHAP FOUR)

“Youngri~ah…” panggil Yonghwa. Youngri tersenyum dan menghampiri Yonghwa yang berdiri tepat di depannya beberapa meter darinya. “Annyeong, Oppa..” sapa Youngri.

“Annyeong..” Yonghwa balik menyapa.

“Wae?”

“Wae? Memangnya kalau aku menyapa tidak boleh? Lagipula kau segitu takutnya ya dengan Grupmu itu?” tanya Yonghwa sambil terkikik. Youngri meringis. Memang ada benarnya juga. Tapi, bagaimana lagi. Dia bahkan sudah berjanji pada Sangeun untuk tidak mendekati Yonghwa lagi.

“Kau mau jalan-jalan?” tanya Yonghwa.

“Sebenarnya aku sibuk sekali…”

“Ah, aku lupa kau takut dengan mereka. Kaja, masuklah ke mobilku.” Yonghwa menggandeng Youngri ke parkiran dan membukakan pintu untuk Youngri. setelah Youngri masuk ia pergi ke sisi satunya dan masuk. Youngri tampak canggung sekali beberapa waktu terakhir ini. Padahal, ini sudah hampir sebulan ia mengikuti kelas khusus itu.

“Ya, besok Ommaku ulang tahun. Ia memintaku untuk membawa seseorang yang akan ku perkenalkan padanya. Tapi, karena aku bingung dan hanya kenal denganmu, kau maukan membantuku?” tanya Yonghwa sambil menyetir.

“Err.. Aku tidak enak dengan Ommamu, Oppa. Aku kan juga tidak begitu dekat denganmu..”

“Gwaenchanayo. Di sana juga ada teman-teman Ommaku yang juga tidak ku kenal. Aku pasti jadi obat nyamuk di sana. Kau mau kan? nanti CNBlue juga akan ikut. Dan sepertinya Haerin dan Haekyu belum memberi tahumu. Minhyuk dan Jungsin sudah mengajak mereka. Kupikir juga Cuma sebagai alibi saja. sama seperti kita. Bagaimana?”tanya Yonghwa.

“Mm, bagaimana ya…” pikir Youngri.

“Lagipula, aku kan sudah janji padamu.. aku akan mengenalkan yodongsaengku padamu.” Ujar Yonghwa.

“Aha, aku lupa. Baiklah.” Jawab Youngri akhirnya.

“Kita harus membuatmu lebih cantik, ka-ja!” Yonghwa menancap gasnya lebih cepat lagi.

“Ah, yang itu apa bagusnya? Aku mau yang terbaru di sini..” pinta Yonghwa.

“Ne,” sahut salah satu SPG. Beberapa saat kemudian, ia keluar dan membawa tube dress biru safir yang sangat elegan.

“Nah, ini perfect sekali. Youngri~ah, cobalah..” ponta Yonghwa. Youngri mengangguk dan meraih dress itu.

Yonghwa menunggu di kursi sofa. Beberapa saat kemudian, Youngri membuka pintu fitting room dan berdiri dengan canggung. Yonghwa mengernyit. “Warna itu terlalu… membuatmu sedikit lebih tua. Ya, aku minta warna yang lebih soft.”Kata Yonghwa. SPG tadi mengangguk. Mereka berkutat di boutique itu hampir 2 jam.

“Aku ambil yang itu. Cocok sekali dengan dia.” Kata Yonghwa. Youngri Cuma tersenyum kecil. Setelah salah satu pegawai memberikan tasnya, mereka segera kembali. Yonghwa mengantar Youngri sampai di rumahnya tepat pukul4 P.M.

“Jadi, karena acaranya di Grand Luxury Hotel, aku akan menjemputmu. Jangan lupa, dandan yang cantikya..” pesan Yonghwa lalu tersenyum nakal. Youngri mengangguk. “Ne. tapi Haerin dan Haekyu benar-benar datangkan?” tanya Youngri panik. Ia tidak mau sendirian di tengah pesta yang baru pertama kali ini ia hadiri.

“Kau bisa tanyakan sendiri. Aku juga tidak begitu jelas. Bye..”

Youngri mengangguk dan menatap Volvo C70 itu melesat kencang menembus jalanan yang agak sempit.

“Ppuh, baju ini kan mahal sekali..” gumam Youngri.

Youngri masuk ke dalam rumah. “Aih, apa ada Bom Sonsaengnim di dalam? Kenapa pintunya terbuka begini?” pikirnya. Tanpa banyak bicara ia masuk. Dan betapa kagetnya ternyata Haerin dan Haekyu sudah menyerbunya lebih dulu.

“YOUNGRI~AAAHH!! Bagaimana ini…” Haerin

“Aku sudah membawa beberapa dress-dressku ke sini. Tentu saja tidak banyak. Aku bukan tipe orang-orang yang suka pakai pakaian macam begini..” Haerin mendorong tasnya yang lebih mirip koper. “Woaa.. ini semua baju-bajumu..?”tanya Youngri. Haerin mengangguk.

“Banyak sekali. Bagus-bagus juga..”

“Kau tau, Haerin dan aku hampir saja mati pingsan sewaktu Minhyuk dan Jungsin menghampiri kita dan mengajak kita. Ahhh… bagaimana denganmu?”tanya Haekyu. Youngri menggeleng. “Aku juga sama kagetnya. Lebih-lebih aku bahkan tidak mengenal satupun yang hadir di sana. Bagaimana bisa..”

“Jangan pikirkan dirimu sendiri! Bagaimana denganku juga?!” Haerin merengek.

“Sudahlaaah.. sepertinya menyenangkan..” komentar Haekyu. Haerin dan Youngri bergidik.

“Oh, kau bawa apa itu?” tanya Haekyu mengalihkan perhatian. Youngri mengangkat tasnya.

“OMOO! Jangan bilang itu dress dari Yonghwa~! Dia bahkan tau sekali barang paling branded sekalipun!” Haekyu membekap mulutnya. “Oya? Dia hanya menyuruhku untuk memakai ini.” Youngri membiarkan Haerin membongkar isi tasnya yang berukuran sedang itu.

“WOOAAA.. INI KEREN SEKALI!” Komentar Haerin dan Haekyu. Youngri tersenyum. “Memang keren.” Youngri menyahuti.

“Aku malah belum pernah pakai yang seperti ini. Aku pasti aneh sekali.”

“Youngri~ah! Ingatlah kata-kata ini, percaya diri. Asal kau percaya diri, semua pasti baik-baik saja..” kata Haekyu.

“Ne, lagian tidak mungkin Yonghwa Oppa membiarkanmu tampil aneh di depan public. Menurut cerita Minhyuk Oppa sih, katanya yang datang tamu-tamu penting. Bahkan kalau sampai menyewa hotel seperti itu, berarti… OH MY GOD. Kalian semua, kita harus ke salon!” seru Haerin lalu menjadi panik sendiri.

“Apa perlu ke salon?” tanya Youngri.

“Mungkin untuk menata rambut. Ayolah.. Haekyu~ya! Bukannya kau paling suka dengan spa..? Kaja..”

“Haah.. kalau sudah begini, aku paling susah menolak. Sudahlah, Youngri.. kita ikut saja..” Haekyu menyeret Youngri.

“Kita ke sana naik apa?” tanya Haerin.

“Ehm.. itu juga.. ahaha.. aku juga tidak tau. Naik Bus sajalah, terpaksa..” jawab Haekyu.

**

Sunday 7:01 P.M, Grand Luxury Hotel~

Hall itu tampak penuh sekali dengan orang. Tidak hanya hall, tetapi juga taman hotel yang sudah disulap sedemikian rupa menjadi sangat cantik. Kolam renang sudah dihiasi dengan lilin warna-warni yang menyala-nyala begitu cantik. Parkiran di luarpun juga sama. Begitu penuh sesak oleh mobil-mobil.

Hotel itu sepertinya memang sedang di sewa untuk acara ini. Karena sejak dari pintu masuk utama, semuanya sudah dihiasi dengan pita-pita dan balon elegan nuansa keperakan. Chef-chef dari italia mondar-mandir dengan nampan di tangannya, untuk persiapan pesta ini.

Minji sibuk menyalami rekan-rekan kerja Ommanya dan tiba-tiba Hpnya berdering.

“Yoboseyo? Oh, Thunderrie.. waeyo?” tanya Minji di telepon.

“Hmm, kau dimana?” tanya Thunder.

“Ehm, aku sedang ada acara. Mian..”

“Minji~ah!” panggil seseorang. Minji membalikkan badannya, Ommanya ternyata yang memanggilnya.

“Jalga..” lalu Minji menutup telponnya dengan cepat.

“Ne, Omma?”

“Betulkan lipatan rokmu yang terlipat itu..” suruh Ommanya dengan nada datar. Minji memperhatikan tube dress silvernya. Bahkan Ommanya memperhatikan sampai semendetail itu kah? Ia meluruskannya dan membenarkan bandana hitamnya juga. Ommanya mengangguk

“Omma ingin mengenalkanmu pada Teman Omma. Dia rekan kerja sewaktu di Seoul. Kau tau kan harus bersikap seperti apa. Jangan bertingkah konyol dan~”

“Araseo, Omma! Aku tidak tinggal di hutan…” sergah Minji.

“Nice. Itu dia. Bersikaplah baik dengan anaknya.” Omma terus mewanti-wanti Minji. Minji hanya diam.

“Oh, Annyeong Haseyo, Nicole!” sapa orang itu. Nicole Omma melambai.

“Annyeong, Gyuri~ah. Bagaimana kabarmu? Lama sekali kita tidak contact.” Seru Nicole. Gyuri mengangguk-ngangguk, “Happy birthday, kamsayo sudah mengundang kami ke sini. Aku masih sibuk. Akhir-akhir ini aku melakukan perpanjangan kontrak dengan beberapa band dan penyanyi. Kau sendiri?” tanya Gyuri anggun, dengan gelas berisi red wine di tangannya.

“Aku seperti biasa. Kau lihat sendiri kan?” Nicole membuka tangannya seperti menadah untuk memperlihatkan seisi hotel Grand Luxury. Gyuri tertawa anggun, khas wanita-wanita bangsawan. “Aku bisa melihatnya. Walaupun kau single parent, tapi usahamu boleh diacungi jempol.”

“Ah, kau bisa saja..”

Gyuri dan Nicole tertawa-tawa dan sesaat mata Gyuri menangkap sosok Minji yang berdiri di belakang Nicole Omma.

“Aigoo.. siapa ini?” tanya Gyuri.

“Oh, ini Jung Minji. Dia anak perempuanku. Baru saja aku ingin mengenalkannya padamu.”

“Annyeong haseyo, Ajumma..” Minji membungkuk dan menyalami Gyuri. Gyuri tertawa lagi, “Yeppuda.” Puji Gyuri sambil menyentuh lengan Minji. “Dimana anakmu?” tanya Nicole Omma melongok-longok.

“Oh, jamkanman. Tadi dia bilang mau angkat telepon.” Gyuri mengeluarkan Hpnya hendak menelpon anaknya.

“Duduk dulu saja..” ajak Nicole. Mereka duduk di meja yang agak besar. Nicole Omma menjentikkan jarinya, dan kemudian seorang waiter menghampirinya. “Tolong kau ambilkan yang paling spesial di sini..” pintaNicole Omma. Waiter tadi mengangguk dan tersenyum pada semuanya baru pergi.

“Kurasa dia seumuran dengan Minji.” Ucap Gyuri.

“Geurae? Wah, bagus sekali..”

“Omoni..” seorang cewek dengan rambut di cepol ke atas dan muka yang sangat manis membungkuk pada semua yang sedang duduk di meja. “Sandara, dimana namdongsaengmu?” tanya Gyuri penasaran.

“Oh, dia sedang perjalanan ke sini. Dia tadi hampir pulang karena tau akan dijodohkan.” Lapornya. Gyuri melemparkan tatapan tajam pada Sandara. Sandara yang sadar Cuma menggaruk kepalanya perlahan. “Ohoho, itu biasa. Mungkin karena mereka masih malu-malu. Jadi wajar saja. kau juga begitu kan, Jagiya?”Nicole meminta persetujuan Minji.

“Oh, Ne..” jawab Minji asal.

“Nah, itu dia Omoni!” Sandara menunjuk sosok yang sedang berjalan ke arah mereka.

“Oh, Omma.. Yonghwa Oppa menelpon.” Minji menyadari Handphonenya sedari tadi bergetar.

“Nanti saja!”

“Nah, Cheondung~ah.. kenalkan, ini yang mengundang kita. Mrs. Nicole. Dan ini anaknya..”

Minji mengangkat muka. “Omoo~ Minji?” panggil Thunder. “Ne? Thunder? Kau.. Err.. kenapa bisa di sini?”

“AIGOOOOO~ Kalian sudah saling kenal rupanya?” tanya Nicole Omma tampak sangat senang. Gyuri Omma juga sepertinya sumringah sekali. “Tentu saja, Ajumma.. Kami teman sekelas.” Kata Minji. Thunder tersenyum. Nicole Omma menyuruhnya duduk di sebelah Minji.

“Ini kebetulan sekali, ya.. ohohooo..” Nicole Omma tertawa sambil menutupi mulutnya.

Waiter tadi datang dengan membawa banyak sekali hidangan-hidangan yang begitu cantik. Sandara menatap Thunder dan Minji waspada. Thunder melayangkan tatapan mautnya pada Noonanya itu. “Ahaha, kalian serasi sekali.” Sandara berkomentar tanpa menatap Thunder.

“Jadi, kalian dekat kalau di sekolah?” tanya Nicole Omma.

“Ajumma, masa tidak tau? Bukannya mereka selalu bersama-sama? Thunder sering cerita..” lapor Sandara.

“Ooo jongmaleyo? Ahahahaa… Gyuri~ah, sering-seringlah mengajak anak-anak kita bertemu.”

“Ne, ne.. itu pasti.”

Lalu mereka berdua dengan seru mengobrol. Minji berhati-hati memakan makanannya. Thunder sudah selesai menghabiskan makanannya. “Ehm, Omoni, Ajumma.. boleh aku mengajak Minji kesana sebentar?” tanya Thunder sopan. Nicole Omma tertawa, “Kayo.. bersenang-senanglah kalian berdua..”

Thunder merangkul Minji. Ia mengajaknya taman hotel. Thunder baru menyadari sedari tadi Minji hanya menunduk dan tidak berbicara sepatah katapun.

“Ya, aku tidak tau kau anak dari pemilik hotel ini..” komentar Thunder.

“Mian.”

“Kau tidak pernah mengungkit soal latar belakang keluargamu. Kau bahkan sangat sensitif sekali dengan hal itu. Padahal jika kulihat kau ini sangat beruntung.”

“Tidak seberuntung kau.”

“Lalu kenapa kau tinggal terpisah dengan Orangtua dan Oppamu?” tanya Thunder lembut.

“Appa dan Ommaku cerai. Aku tidak tau apakah mereka benar-benar bercerai. Yonghwa juga tidak tinggal dengan Omma. Dia sama sepertiku. Omma membelikan apartemen juga untuknya. Karena dia tidak tinggal diSeoul. Hanya hari ini saja dia pulang untuk merayakan ulang tahunnya.”

“Apa Seungho tau?” tanya Thunder hati-hati.

“Aniyo. Bukannya sudah kuberi tahu padamu, Thunderie? Dia hanya tau aku tidak punya siapa-siapa. Itu memang benar. Karena aku memang tidak pernah diperhatikan sejak kecil. Aku tinggal bersama Halmoni sementara Yonghwa hidup bahagia bersama Omma dan Appa. Baru setelah Halmoni meninggal Omma mulai sedikit memperhatikanku.”

“Lalu Appamu?”

“Aku tidak pernah melihatnya. Aku hanya bicara lewat telpon. Terakhir kali aku melihatnya waktu umurku 5 tahun.”

“Gwaenchana…” Thunder mendekap Minji. Ia tidak tahu kalau keluarganya serumit itu.

“Aku ambilkan minum dulu ya..” Thunder menepuk bahu Minji dan menghilang di balik lautan manusia.

“Apa aku kelihatan aneh sekali?” tanya Youngri berulang-ulang pada Haerin.

“Aneyo!! Itu bagus sekali, tau!!”

“Ya ya ya.. baiklah. Akan aneh sekali kalau kita terus bergerumbul macam sapi seperti ini. Haerin~ah, di sana ada makanan enak sekali. Kau pasti mau mencobanya kan? kajaa…” Jungsin menggeret Haerin menjauhi kerumunan ke tempat yang lebih sepi.

“Ehm, sepertinya Jungsin benar. Sayang sekali Jonghyun tidak bisa ikut. Padahal yang seperti ini adalah favoritnya.” Komentar Minhyuk. “Jalgaa.. Yonghwa~ nanti jangan cari kami ya.. ahaha.. bye..” Minhyuk menggandeng tangan Haekyu pergi dari situ.

“Mau bagaimana lagi. Dongsaengku tidak mengangkat telponnya dari tadi. Sebegini ramainya sampai telfonpun tidak dengar..” kata Yonghwa. “Mungkin dia tidak membunyikan Hpnya.Memangnya Dongsaeng Yonghwa Oppa sangat spesial ya? Sampai mau mengenalkanku segala..”

“Aku Cuma mengenalkannya padamu.”

Biiip Biipp

“Oh, ini dia sms.” Yonghwa membuka Hpnya. “Oh, dia di kolam renang. Kaja…”

Youngri mengangguk. Dari tadi ia tidak henti-hentinya memperhatikan Yonghwa yang tampak jauh melebihi dewa malam ini. Sepertinya ia sengaja memakai pakaian yang cocok dengan dress Youngri yang soft. Yonghwa mengajaknya ke taman belakang.Kemudian Yonghwa berbalik dan menghadap Youngri. “Kau tunggu di sini..” serunya.

Youngri mengangguk dan menatap Yonghwa yang berjalan mendekat seorang perempuan dengan dress tubetop silver. Tapi ia tidak melihat jelas karena ia berdiri membelakangi. Youngri terperangah. “Omoo~ Dari belakangpun sudah bisa ditebak, pasti juga cantik…”

Yonghwa tampak mengobrol dengannya, seperti memohon-mohon. Kemudian, Minji menoleh untuk melihat siapa yang ingin bertemu dengannya. Youngri mencelos seketika melihat siapa yang akan dikenalkan Yonghwa padanya. Ia tidak mungkin salah melihat. “I.. itu.. itu bukannya Minji? Omo!” Youngri langsung berbalik membelakangi mereka.

“Bukannya mereka pacaran? Kalau mereka memang adik kakak, kenapa aku tidak pernah sekalipun melihat mereka berbicara jika di sekolah? Minji juga bukannya membenci CNBlue? Ottokae.. dia tidak boleh melihatku.” Youngri menyusup ke gerombolan orang-orang.

“Oh, seharusnya dia di sini tadi..” ucap Yonghwa. Ia melongok-longok mencari sosok Youngri.

“Yang benar saja. Geez. Kau tidak sedang mengerjaiku kan, Yonghwa..?” tanya Minji.

“Aneyo. Mungkin dia ke toilet atau apa.. kau sudah bertemu dengan Omma? Katanya ia ingin mengenalkanmu pada temannya yang katanya mengurusi cabang Grand Luxury.”

“Harusnya dia mencarimu. Kan kau yang pastinya akan meneruskan usaha Hotel ini kan? Sudahlah, nanti kalau teman kencanmu sudah ketemu, baru kenalkan. Semoga saja aku tertarik padanya.” Ucap Minji. Yonghwa tersenyum kecil. “Kau pasti menyukainya.. dia baik sekali.”

“Minji~ah..” suara Thunder memanggil.

“Kenapa aku baru tau kalau Thunder ada di sini?” tanya Yonghwa.

“Kau tidak akan percaya, Omma menjodohkanku dengannya. Itu jelas karena dirimu, bukan?”

“Waeyo?” tanya Yonghwa.

“Kau punya kontrak dengan Gyuri Ajumma kan? Kalau kau ingin aku masiih menganggapmu sebagai Oppa, segera putuskan kontrak itu secepatnya.” Ancam Minji. “Jadi maksudmu? Mereka menjodohkanmu dengan Thunder agar.. bisnis mereka lancar begitu?”

“Hass… Kita bicarakan kapan-kapan saja. Ne, Thunder? Yonghwa Oppa, Jalga..” Minji tersenyum dan melambai pada Yonghwa. Yonghwa menghela nafas lalu berbalik untuk mencari Youngri yang tiba-tiba menghilang. Ia berpapasan dengan Minhyuk dan Haekyu.

“Kalian lihat Youngri?” tanya Yonghwa.

“Aneyo. Dari tadi kami di sini melihat Ommamu memotong kue ulang tahunnya.” Kata Minhyuk.

“Coba aku telpon.” Ujar Haekyu sambil menekan nomor Youngri.

“Haekyu, Yonghwa Oppa, Minhyuk Oppa..” panggil Youngri sambil tetap mengawasi sekitarnya.

BRUAK..

“Aisshh..” ia menabrak seseorang yang sedang membawa segelas red wine di tangannya dan tumpah mengenai dressnya yang sempurna itu. “Oh, Mianhae..” Youngri hendak menolong ketika ia melihat siapa yang ditabraknya.Itu Minji . Ia tidak boleh terlihat. Yonghwa yang tadi hendak menolong langsung terdiam begitu Haekyu dan Minhyuk sadar siapa yang di tabrak Youngri.

“Ya.. itu.. Minji kan?” tanya Haekyu pelan.

“Tidak mungkin salah. Bagaimana dia di sini..” tanya Minhyuk bingung.

“Lihatlah, Thunder juga ada. Wah, mungkin dia salah satu anak dari rekan kerja Ommamu, Yonghwa.” Komentar Minhyuk. Yonghwa hanya diam dan menyusul Youngri yang sudah hilang terlebih dulu. Thunder membantu Minji membersihkan bajunya yang kotor itu.

“Apa dia tidak punya mata? Dasar orang aneh. Jelas jelas aku di sini, masih ditabrak juga..” seru Minji berang.

“Pakai ini, mungkin membantu.” Thunder melepaskan jasnya dan mennyampirkannya di bahu Minji.

“Gomawoyo.”

^^o^^o^^

“HOP!” Mir melompat dan menyentuh puncak bingkai pintu.

“Hari ini sepertinya bakal.. sedikit bersalju..” kata Hyemin.

“so? Mau bersalju, petir, hujan kodok sekalipun, kita akan tetap latihan! Beruntunglah kita tidak seperti anak-anak Club Basket yang kedinginan di luar. Tuh, lihat saja..” Mir menunjuk lapangan basket yang terlihat dari jendela ruang dance yang besar itu.

“Aku sudah mau persiapan ujian, kau masih tetap menyuruhku untuk latihan..” Hyemin mencibir.

“Omo, Noonaku sudah mau lulus rupanya.. kau lihat itu.. GO Hyung dan Jonghun Hyung tidak masalah tuh dengan ujian mereka..” Joon menarik leher Hyemin untuk melongok keluar melihat GO dan Jonghun.

“Yaa~ bedakan aku dengannya!! Babo kau..”

“Ya, aku sedikit heran. Berapa murid yang bersekolah di Myungso ini yang aktif kegiatan Club seperti ini? Kurasa 50% tidak ada. Lihat saja kita. Kita Cuma ber tiga. Padahal total anak yang ikut Club breakdance ini ada 30 orang. Yang lain kemana?? Coba lihat Club Basket. Mereka malah lebih parah. Padahal kabarnya bulan depan mereka sudah harus ikut pertandingan.” Beber Mir.

“Tapi yang ikut Club Sepak bola lumayan banyak kok. Dan kau lihat saja anak dari GoodMe’L.” Hyemin menunjuk-nunjuk.

“Apa itu GoodMe’L?” tanya Joon polos.

“OMONA, JOOON! Itu kan Club Chef. Kau ini payah sekali. Lihat saja jumlahnya.”

“Tapi lihat dulu, mereka bahkan di bagi-bagi kan? ada yang khusus buat cake dan lain-lain.” Mir menimpali.

“Sudahlaaah.. bertiga juga oke kok! Memangnya ada yang bilang kalau member sedikit berarti kalah?”

“Aw, tumben sekali Joon berkata seperti itu?” Hyemin mengacak rambut Joon.

“Ahaha, Noona ini bagaimana..”

^^o^^o^^

Cafetaria 12:05 PM

“Aku dan Minji mau ke sana dulu. Jalga..”

“Hongki~ya.. kau tidak makan siang?” tanya Sangeun sudah seperti ibu-ibu.

“Aneyo. Byebyebye…”

“Ya sudah.. kaja.. aku lapar, aku lapar…” Sangeun menggeret Thunder dan Seungho. Mereka memesan membeli makanan dan duduk denganmanis di meja yang agak kecil karena Hongki dan Minji tidak ada. Sangeun yang sudah dapat ditebak, kelaparan, segera memakan makanannya.

“Kalau duduk di sini agak aneh ya..” Thunder bergumam melihat di samping kanan kirinya.

Seungho melirik ke samping kanannya.

“Lebih baik pakai lagu yang sedikit agak oriental saja!! Kita harus melakukan gerakan roller blader dalam tempo lama. Kalau kita menggunakan musik yang ngebeat, bisa membuat kita panic.”Jelas Joon.

“Araseo. Lagi pula, gaya roller bladermu juga belum sempurna. Lebih bagus juga Hyemin.” Balas Mir.

“Ahaha.. Mir, kau membandingkanku dengan Joon. Jelas jauh..” ujar Hyemin sedikit bangga.

Seungho melengos.

“Mereka membicarakan.. mungkin semacam gerakan dance.” Ucap Seungho berbisik. Thunder tertawa pelan dan mulai memakan makan siangnya. Seungho juga. Sesekali mereka mengobrol. Tapi mereka lebih suka diam jika sedang makan. Namun tiba-tiba Seungho berhenti memakan dan diam.

“Haah.. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan Minji di Grand Luxury Hotel kemarin. Bayangkan saja jika aku tidak kabur dari mereka, danYonghwa Oppa benar-benar mengenalkanku pada Dongsaengnya kemarin?” Youngri melengos. Haekyu dan Haerin menatap terperangah.

“Tapi kenapa sepertinya tidak ada yang tau kalau Minji dan Yonghwa sebenarnya kakak-beradik seperti itu? Bahkan kau tau sendiri kan, Xtreem dan CNBlue bermusuhan.”Timpal Haerin.

“Tapi anehnya, sepertinya mereka tidak tinggal bersama..” komentar Haekyu.

“Yonghwa bilang dia tinggal sendiri. Sepertinya memang ini berhubungan dengan masalah Xtreem dan CNBlue..” jawab Youngri. “Aneh sekali..” gumam Haaerin.

Thunder terdiam mendengar obrolan mereka. Sangeun malah terbelalak dan membiarkan HPnya jatuh begitu saja ke bawah kursinya. Seungho mendengus marah dan beranjak dari tempat itu secepatnya. Thunder menatap Sangeun, juga sebaliknya.

“Aku tidak tau hal ini.. Jongmaleyo..” ucap Sangeun terbata.

“Aku tau. Tapi, aku tidak membayangkan situasinya akan seperti ini..”

“Kaja, aku takut Seungho berbuat yang tidak-tidak.”

^^o^^o^^

Seungho menarik Minji ke atap sekolah tempat biasanya ia suka menyendiri. Hongki di belakangnya sibuk memanggil-manggil Seungho yang tampaknya sangat marah sekali saat ini. Thunder dan Sangeun yang tidak sengaja berpapasan segera mengikuti mereka, sedikit berlari.

“Seungho~ya!! Waeyoo?!” Minji meronta, berusaha melepaskan tangannya yang dicengkram.

“Seungho, bisa kita bicarakan baik-baik, kan..” Thunder ikut membujuk. Tetapi sepertinya sia-sia saja karena Seungho sudah terlanjur marah. Mereka hanya bisa mengikutinya membawa Minji ke atap sekolah yang dingin itu.

“NEO! AKU KECEWA SEKALI PADAMU. KAU TAU, KAU BUKAN HANYA MENGHIANATIKU TAPI JUGA MENGHIANATI KAMI SEMUA. TSK~ BISA-BISANYA KAU BERBOHONG PADAKU BERTAHUN-TAHUN? KAU BILANG KAU TIDAK PUNYA OPPA DAN KAU TINGGAL SENDIRIAN. NYATANYA?” raung Seungho.

“K..kau..”

“KATAKAN PADAKU SEJUJURNYA! SIAPA ITU YONGHWA? BIAR YANG LAIN JUGA MENDENGAR SENDIRI DARI MULUTMU!”

“Seungho, yaa!! Ada apa ini?” tanya Hongki bingung.

“CEPAATT!!”

“Y..yonghwa.. o..Oppaku..” jawab Minji terbata. Seungho hendak melayangkan tamparan untuk Minji tetapi Thunder sudah menghalanginya lebih dulu. “Kau boleh marah padanya, tapi kau tidak boleh memukulnya seperti itu!!” Sembur Thunder.

“Seungho.. Mianhae.. aku tidak bermaksud..”

“MWO? KAU PIKIR AKU BODOH?”

“AKU MEMANG TINGGAL SENDIRI, SEUNGHO!! AKU TIDAK PUNYA SIAPA-SIAPA SETELAH HALMONIKU MENINGGAL. ORANG TUAKU BERCERAI TANPA SEPENGETAHUANKU. AKU BAHKAN HANYA PERNAH SEKALI MELIHAT APPAKU. MEREKA SEMUA MENGURUS YONGHWA DENGAN BAIK, TIDAK DENGANKU!”

“MENGAPA KAU MASIH DENGAN CLUB INI, KALAU KAU TAU SENDIRI BAHWA AKU MEMBENCI YONGHWA?!?!” Seungho meraung lebih keras.

“BUKTINYA AKU MASIH BERPIHAK PADAMU KARENA KAU LAH YANG KUANGGAP OPPAKU! BUKAN YONGHWA!!” akhirnya Minji berteriak lebih kencang sampai terduduk. Sangeun membekap mulutnya. Hongki juga. Thunder hanya berdiri di sisi Minji dan membantunya.

“AKU TIDAK PEDULI! KAU.. BENAR-BENAR MEMBUATKU KECEWA. URUS SAJA HIDUPMU SENDIRI..” Seungho masuk lagi ke dalam, meninggalkan mereka berempat yang kedinginan. Minji menangis keras-keras di pelukan Thunder. Sangeun dan Hongki yang masih terperangah meninggalkan mereka berdua, mengikuti Seungho untuk meminta keterangan lebih jelas.

“Minji~ah..” Thunder mendekap Minji tetapi Minji mengelak.

“KA!! AKU INGIN SENDIRI!!!” teriak Minji. Thunder terdiam. Menatap Minji lama lalu mengangguk dan pergi.

“Jalgaa.. sampai jumpa sore nanti yaa..” Haekyu melambai-lambai.

“Nee..” Youngri mengangguk. Ia berbelok ke kiri karena kelas Haekyu dan Haerin masih harus naik beberapa tingkat lagi. Belum beberapa jauh Youngri melangkah, pintu kelas di dorong dan Seungho keluar dengan tampang yang sangat tidak bersahabat. Youngri berdiri terpaku menatapnya. Ia melongok ke dalam kelas. Sepertinya situasi sedang tidak enak. Hongki duduk dengan lesu, Sangeun juga hanya saja lebih parah. Semua bertampang sangat tegang. Thunder yang baru saja masuk hanya menunduk.

“Aku tidak habis pikir..” Hongki menggumam lirih.

“Na do.” Sangeun melengos keras-keras.

“Habislah dia.” Lanjut Sangeun.

“Annyeong..” Youngri mengetuk pintu lalu duduk di kursinya. Sangeun menoleh ke belakang.

“Ya~ kau tau dari mana kalau Minji sebenarnya adalah yodongsaeng Yonghwa?” tanya Sangeun.

“Ah, waeyo?” tanya Youngri.

“Sudahlah, kami dengar sendiri darimu. Bahkan Seungho tadi mendengarnya saat kau ngobrol dengan 2 temanmu. Dan dia marah besar pada Minji. Entahlah.. aku malas membicarakannya.” Ucap Sangeun. Thunder melengos lalu menarik Youngri ke luar.

“Neo, apa kau tidak bisa menyimpan rahasia sedikit? aku berusaha menutupi hal ini. Kenapa malah kau bocorkan?! Tidakkah kau tau?Hubungan Minji dan Seungho selama ini baik-baik saja. pernahkah terlihat sedikitpun olehmu Minji membela Yonghwa?” tanya Thunder tegas.

“Oh, Mianhae.. pasti tidak sengaja terdengar oleh kalian.. mianhae, Thunder..”

“Kau bahkan bicara terlalu keras. Kau lihat sekarang? Kelas jadi kacau. Kalau aku berhak untuk menyalahkan, aku akan menyalahkanmu karena kelancanganmu.” Thunder mengepalkan tangannya sendiri.

“Mianhae.. aku yang salah. Aku akan meminta maaf pada Minji dan Seungho..”

“Percuma. Semua sudah berakhir.” ucap Thunder lalu mendengus dan pergi.

“Omo.. ottokae.. aku tidak bermaksud berbicara seperti itu padanya.. omo, ottokaeyo..” gumam Youngri panik.

**

Tuesday, Myungso H.S 07:30 A.M

“Ya~ kau sudah dengar? Ternyata Minji itu dongsaengnya Yonghwa..” seru Joon begitu masuk ke ruang dance.

“Mwo? Aku sudah lebih dulu dengar..” kata Hyemin.

“Jinchaaa?? Bagaimana kau bisa tau? Dan kau tau yang lebih parah??” Joon bertanya dengan berbagai macam ekspresi.

“Apa?” tanya Mir, akhirnya tertarik.

“Kau tidak lihat apa di kelas Club autis itu? Ramai sekali di sana. Katanya Minji sudah dikeluarkan. Katanya karena Seungho tidak suka dengan CNBlue. Makanya setelah tau bahwa Minji yodongsaengnya, dia mengeluarkannya dari Club. Lebih baik tarik saja dia ke sini. Babo sekali Seungho itu..” cerocos Joon.

“Ah, ide bagus!” sahut Mir.

PLETAKK

“Hanya boleh ada aku di sini. Setidaknya yang berstatus wanita.” Ujar Hyemin.

“Kau ingin jadi primadonna atau apa, heh?” Joon mencibir.

“Kau tidak ingin melihat, Hyung?” tanya Joon pada Mir. Mir menimbang-nimbang lalu mengangguk.

Minji berjalan melewati lorong-lorong sekolah seperti biasa. Bedanya, saat ini semua mata seperti sedang tertuju padanya. Minji berusaha untuk tidak menanggapi mereka. Namun, ketika ia melewati sebuah papan besar, tempat biasanya anak dari Club Majalah sekolah menempelkan hasil karyanya, terpampanglah foto dan beberapa paragraph artikel disana.

“Ige mwoya?” Minji menyahut kertas itu dan merobeknya tanpa melihat apa yang diberitakan di situ.

Tetapi sesampainya di kelasnya, lebih parah lagi. Mejanya selama 2 tahun ini sudah berada di luar. Thunder yang sudah datang lebih awal menghampirinya. Berusaha menjelaskan pada Minji. Tetapi terlalu banyak anak di situ. Lorong itu serasa sesak tanpa oksigen.

Minji sudah berkaca-kaca. Ia mendongak untuk melihat kelas. Hanya ada Youngri di sana sedang menatapnya dengan tatapan yang sangat bersalah. Minji menyeruak keluar kerumunan itu dan Thunder mengejarnya.

“Waeyo?” tanya Minji terbata-bata.

“Seungho yang melakukan ini. Dia datang lebih dulu dari aku.”

“WAEYO?!?! SEENAKNYA SAJA DIA MENGUSIRKU SEPERTI ITU?! MEMANGNNYA DIA TIDAK BERPIKIR AKU HARUS BELAJAR DIMANA?!” Raung Minji ganas. “Aku akan membantumu untuk bilang pada Kepala Sekolah Choi Siwon mengenai hal ini…” tawar Thunder.

Minji melengos lalu menghapus air matanya sebelum Thunder melihatnya. Tanpa ia pamit pada Thunder, ia pergi meninggalkan atap sekolah itu dengan gontai. Untung saja tepat saat itu bel sekolah masuk ia juga tidak menghiraukan saat ia berpapasan dengan Hongki dan Sangeun yang baru saja membubarkan kerumunan-kerumunan itu.

“Minji~ah..” panggil Hongki.

“Tidak usah mencariku. Aku memang salah sudah berbohong pada kalian, padahal kalian adalah orang-orang terbaik dalam sepanjang hidupku. Bye..” Minji berkata pada Hongki sambil terus berlalu. Hongki menggeleng bahkan menahan tangan Minji agar tidak pergi.

“Sudahlah… lepaskan, Hongki~ah.” Seru Minji agak lantang. Youngri hanya bisa menatap dari jauh saja.

Dan mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Seungho juga bahkan menatap Minji yang terus menjauh keluar dari lorong itu. “Seungho~ya, apa tidak terlalu keterlaluan?”tanya Hongki.

“Ani.” Jawabnya singkat lalu masuk ke kelas. Thunder meremas kepalan tangannya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: