Kerajaan Rubah Putih & Musang Lancip part 12

“Henry~ah, bagaimana Minji? Apa dia masih di dunia manusia menjaga Kibum?” tanya Leeteuk pada Henry saat Henry sedang mengerjakan tugas dari Raja Siwon yaitu membersihkan kandang sapi. Leeteuk sebenarnya juga ingin membantu Henry yang setiap hari membantu sang Daddy mengurusi peternakan.
Leeteuk cukup prihatin pada Henry. Menurut Leeteuk, Henry bisa dikatakan IQnya di atas rata-rata. Ia cukup pintar diantara anak-anak seusianya. Tetapi ia harus membantu Daddynya seperti ini. Dibanding dengannya, Henry lebih pantas menjadi penerus Daddynya ketimbang Leeteuk.
“Wae? Kabarnya baik-baik saja. Kibum juga sudah lebih sehat. Baru kemarin malam aku dan Omma mengunjunginya di dunia manusia.” Cerita Henry.
“Jincha? Kok tumben Omma nggak ngajak Hyung ya??”
“Mungkin Hyung terlalu sibuk. Lagipula, jika sampai Daddy tau jika Minji sebenarnya tinggal di dunia manusia, Daddy akan marah besar… Hoh,”
“Apa Henry? Coba ulangi sekali lagi???” Tiba-tiba saja Siwon berdiri di belakang mereka dengan tampang murka hendak menerkam mangsa. Siwon berkacak pinggang sambil mendengus-dengus penuh amarah. Ekor rubahnya sudah keluar. Padahal, Siwonlah yang mengajarkan pada anak-anaknya agar dapat mengendalikan emosi.
“Mmm? Daddy? Sejak kapan Daddy di situ?” tanya Henry.
“Sejak sejam yang lalu! Daddy mengawasi kalian sejak tadi! Bagaimana bisa kalian semua berbohong pada Daddy?? Bahkan Ommamu juga!! Bagaimana jika terjadi apa-apa pada Minji, HAAH? Bagaimana jika tiba-tiba ekornya keluar dan dilihat oleh manusia? Apa kalian tidak berpikir bagaimana jadinya ?”
“Jagiya! Itu permintaanku agar Minji tinggal di sana.” Sahut Omma Jessica tiba-tiba datang dari belakang, berjalan menghampiri suaminya.
“Jagiya!! Apa kau tidak khawatir dengan anak kita? Lagipula, mengapa kau berbohong padaku?”
“Karena aku tau kau pasti melarangnya, Siwon. Aku dapat merasakan cinta Minji pada Kibum begitu kuat, maka dari itu ku percayakan Minji pada Kibum. Kalau bukan karena Kibum, Minji mungkin sudah sekarat terkena tusukan benda tajam itu!” beber Omma Jessica.
“Aku tidak mengerti maksudmu! KANGGIIIIINN!!!!” teriak Siwon, menggema ke seluruh penjuru istana. Kangin datang beberapa saat kemudian dengan tergopoh-gopoh.
“Siap Paduka!!!” sahut Kangin.
“Cepat pergi ke dunia manusia dan bawa Minji ke sini! Sekarang juga! Paksa dia! Ini urgent!!!”
“Baik!!”
“Daddy, jangan seperti itu…” bantah Leeteuk.
“Diam kau! Kau mau bertanggung jawab jika dongsaengmu kenapa-napa???”
Leeteuk diam seribu bahasa dan menunduk dalam. Henry hanya menatap Daddynya lalu memalingkan mukanya. Omma Jessica malah melengos dan berbalik pergi.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Hyemin? Sedang apa kau di situ sendirian?” tanya Donghae tiba-tiba menghampiri Hyemin di ujung jembatan. Hyemin terlonjak kaget melihat Oppanya sudah ada di situ.
“Eh? Oppa, sedang apa di sini?”
“Ya~ bukannya aku duluan tadi yang bertanya??”
“Ah, iya… aku sedang melihat-lihat saja… Oppa sendiri?”
“Sedang jalan-jalan. Memangnya kau tadi berbicara dengan siapa?” tanya Donghae.
“Ha? Aku? Tidak berbicara dengan siapa siapa kok…”
“Jangan bercanda, aku tadi melihatmu berbicara dengan seseorang…”
“Eh, oh, eehh… iya sih, tapi Oppa janji tidak akan membocorkan ini pada siapapun!”
“Iya. Memangnya aku tampang seseorang yang suka membocorkan rahasia? Aku tidak seperti Heechul tau…” kata Donghae membela diri. Hyemin tertawa kecil. “Iya iya, aku percaya koookk. Itu tadi tunanganku…”
“MWOOO? Tunangaaann???”
“Nee. Waeyo? Aku minta nikah saja tidak boleh.”
“Aish, tapi aku yakin pasti Appa tidak menyetujui hubunganku dengannya. Karena dia anak Rubah Putih, Oppa. Hhoohhh…”
“Hmm… begitu ya? Biar ku tebak. Orang itu pasti Ryeowook ya?”
“Nee. Bagaimana bisa tau, Oppa?”
“Tadi aku melihat orangnya. Hehehee…”
“Jah,”
“Tapi tenang saja dongsaeng. Unniemu saja sudah direstui menikah dengan anak manusia. Nanti akan kupikirkan bagaimana cara agar Appa kita dan Appa Rubah Putih baikan lagi. Sudah lama Aku, Sungmin dan Zhoumi membicarakan ini… Tapi, sepertinya harus ada kerja sama dengan anak Rubah Putih…”
“Begitukah? Aku ikut yaaa… demi kelancaran hubunganku…” kata Hyemin terkikik.
“Iya. Nanti jika sudah ada waktu, akan kuberitahu anak rubah putih… semoga saja berhasil…” doa Donghae.

=========================

Kyuhyun dan Haekyu tergopoh-gopoh keluar untuk melihat ada keributan yang berasal dari rumah Minji. Dan benar saja, begitu mereka tiba di depan rumah Minji, Kibum terjatuh dari kursi rodanya dan mengerang kesakitan. Haekyu dan Kyuhyun buru-buru menolong Kibum.
“Dimana Minji? Bagaimana bisa dia tidak tau kau jatuh seperti ini?” cerocos Haekyu.
“Ya~ kau tau apa sih? Minji baru saja dibawa paksa seseorang!”
“Mwoya? Siapa yang membawanya?” tanya Kyuhyun.
“Aku tidak tau. Tetapi Minji sempat memanggil namanya tadi. Kangin…”
“Ara. Itu mungkin pengawal kerajaannya, Bummie. Mungkin saja Appanya sudah tau dan menyuruhnya pulang. Kita berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa padanya, ya…” kata Haekyu.
Kibum melengos. “hhhhuuuuffhh… baiklah,”

..

Di Kerajaan Rubah Putih,

Kangin menggeret Minji ke tempat aula keluarga mereka yang ternyata sudah banyak orang di sana. Minji masih meronta di genggaman keras kangin, pengawal sekaligus kepercayaan Raja Siwon.
“Lepaskaann!! Aku bisa berjalan sendiri! Ya~ kau tidak sopan!!!!”
Pintu aula keluarga terbuka dan semua mata tertuju pada mereka berdua.
“Yang Mulia Baginda Raja Siwon… saya sudah membawa Nona Muda Minji kembali ke sini.”
“Ahh, ya. Lepaskan dia Kangin, jangan sampai kau melukai tangannya…” perintah Siwon. Kangin melepaskannya. Omma Jessica memicingkan mata pada suaminya. Yesung malah hanya terperangah melihat dongsaengnya di geret-geret oleh pengawal Kangin dalam keadaan masih memakai daster tidur berwarna pink dengan polkadot merah dimana-mana. Sandalnya juga masih dalam bentuk sandal boneka Babi berwarna pink cerah.
“Jagiya oh jagiya ku sayaang…” seru Omma Jessica lalu menghampiri anaknya dan memeluknya lalu mengajaknya untuk duduk lebih dekat. Raja Siwon berdiri dan menghampiri Minji.
“Nak, Daddy sudah memberi kepercayaan penuh padamu! Kenapa masih kau selewengkan hah? Kau tidak tau betapa bahayanya di dunia manusia itu?!?!” Kata Siwon marah.
“Tapi, Daddy…”
“Jangan memotong omongan Daddy!! Kau sudah kelewatan, Minji! Untuk apa kau pergi ke dunia itu?! Apa di sini masih kurang?”
“Daddy,”
“Sudah Daddy bilang tadi!!! Jangan memotong Omongan Daddy!!!”
“Ya~ Daddy. Bagaimana sih? Tadi kau bertanya padaku! Sekarang ketika aku hendak menjawab kau omeli juga!! Biarkan aku berbicara!!! Aku pergi ke dunia manusia untuk merawat Kibum! Apa salahhhh ???”
“Beraninya kau berbicara seperti itu pada Daddymu! Apa hubunganmu dengan Kibum?! Kau tidak akan menikah dengan Manusia…!!! TIDAK AKAN PERNAH!”
“Tapi aku dan dia sudah bertunangan, Daddy…” aku Minji lirih.
“MWOO ?!?!?!?!”

PLAAKKKK

Minji memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Raja Siwon. Lalu ia pergi meninggalkan ruangan itu sesegera mungkin. Leeteuk mengejarnya. Semuanya terperangah. Omma Jessica berdiri dan mendekati Siwon.
PLAAAKKKK !!! PLAAAKKK !!! PLAKKKKKK !!!
“BERANINYA KAU MENAMPAR ANAKMU SENDIRI CHOI SIWON!!!”
PLAKKK!!! “INI UNTUK KELANCANGANMU!!!”
PLAAAKK!!! “INI DARIKU!!!”
PLAKKK !!! “INI UNTUK KEBIADABANMU!!!”
Semua anak Raja Siwon hanya dapat menganga. Leeteuk melirik Yesung. Yesung melirik Henry. Henry bergidik. Omma Jessica murka. Ia terus manampari Siwon. Siwon tidak dapat berkutik. Ia hanya diam menerima tamparan berkali-kali oleh istrinya.
“KAU BABO CHOI SIWON !”
PLUUUUAAAAKKKKKKK !!!! tamparan terakhir berhasil mendarat keras di pipi Siwon.
“Asal kau tau saja! Anakmu benar-benar mencintainya! Kau tau sudah berapa ember dia menangisi lelaki itu? bahkan anakmu telah memberikan darahnya untuk lelaki itu, Choi Siwon! Benar-benar kau!!!” seru Omma Jessica lalu pergi meninggalkan suaminya yang masih terpaku.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Ya, Minji~ah. Oppa mengerti perasaanmu.” Kata Leeteuk mendekati Minji yang menangis sendiri di dalam kamarnya.
“Percuma Oppa ngerti kalau Daddy nggak ngerti,”
“Ara, Oppa benar-benar mengerti kok, dongsaeng…”
“Oppa, Kibum terluka gara-gara aku. Aku merasa sangat bersalah sekali padanya. Terlebih ketika pengawal Kangin tadi membiarkan Kibum jatuh dari kursi rodanya begitu saja…”
“Mwo? Kibum jatuh?”
Minji mengangguk. “Ya, dongsaeng… kau benar-benar ingin bertemu dengan Kibum?”

::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Keesokan paginya, Leeteuk bangun pagi pagi sekali dan sudah rapi hendak pergi keluar. Ia juga memakai beragam jenis parfum yang dimilikinya. Bahkan ia juga sempat ke kebun bunga untuk memetik beberapa tangkai bunga mawar merah yang segar untuk Haerin. Hari itu Leeteuk memutuskan untuk mengajak Haerin menemui Daddy dan Ommanya. Setelah itu, mereka akan ke dunia manusia untuk membeli cincin kawin.
Leeteuk mengetuk pintu rumah Haerin perlahan. Beberapa saat kemudian, pria setengah baya muncul dari balik pintu sambil terbatuk.
“Annyeong, Ajusshi …”

“Omo, Teuki Sshi… ayo masuk-masuk…” suruh Appa Haerin.
“Appa… siapa itu?” tanya Haerin dari dalam rumah. Appa Key tertawa berat. “Ini Teuki datang. Sepertinya ia akan mengajakmu berkencan, Haerin…”
Haerin tergopoh-gopoh pergi keluar. Ia sendiri juga sudah rapi dengan gaun yang diberikan Leeteuk untuknya. Gaun manis berwarna pink yang sangat soft dengan banyak renda juga pita kecil di kepalanya yang membuat Haerin terlihat lebih manis.
“Oppa. Kau sudah datang rupanya. Mianhae, Appaku suka sekali bercanda … hohohooo…”
“Wow, yeppun yobo… perfecto! Bagaimana? Kau sudah siap?” tanya Leeteuk.
“Gomawoyo. Ye, aku sudah siap. Ayo.” Ajak Haerin.
“Appa, aku pergi dulu ya. Kau istirahat saja, hari ini kan Appa libur total… oke?”
“Ahahaaa, iya anakku. Titipkan salamku untuk Raja dan Ratu yaa… hati-hati … muah muah”
“Hais, Appa… seperti aku mau ke mana saja… iya, pasti akan ku sampaikan… bye”
“Ajusshi, kami berangkat ya…” kata Leeteuk lalu merangkul Haerin.
Leeteuk membantu Haerin naik ke atas kuda putih miliknya. Lalu ia sendiri juga naik di belakangnya sambil mengendalikan kudanya yang bernama Kang Mi.
“Hae jagiya, aku sudah tidak sabar ingin menikah denganmu…” kata Leeteuk.
“Hmm… aku juga. Aku tidak sabar ingin segera menikah dan punya anak.”
“Oh iya, aku pernah berjanji padamu kan? Aku akan mengajakmu pergi ke dunia manusia? Kau ingat? Apa kau masih ingin pergi ke sana?” tanya Leeteuk.
“Ah, iya. Aku ingin sekali pergi ke sana tapi apa boleh?”
“Boleh-boleh saja. Hihi. Seusai kita bertemu dengan orangtuaku, aku akan mengajakmu ke dunia manusia karena kebetulan sekali dongsaeng kecilku ada sedikit urusan di sana…”
“Oh, Minji ya… bagaimana kabarnya? Sudah lama aku tidak melihatnya keluar…” tanya Haerin.
“Dia baik baik saja. Hanya sedang ada sedikit keributan di keluarga. Daddy tidak menyetujui jika dia menikah dengan anak manusia.”
“Begitu ya, Jagiya? Tapi aku yakin Daddymu pasti setuju dengan keputusan Minji untuk menikah dengan anak manusia itu. buktinya saja Daddymu menyetujui kau menikah denganku kan?”

..

“Annyeong, Daddy – Umma …” sapa Leeteuk lalu memberikan korean bownya pada mereka.
“Eh, Teuki sayaang… kau abis dari mana sih?” tanya Omma Jessica lalu kembali memalingkan mukanya pada Siwon. Raut Omma Jessica penuh kebencian. Sebaliknya, Daddy Siwon tampak serba salah. Ia memang tidak sampai hati kepada istrinya.
“Omma, aku membawa Haerin ke sini…” kata Leeteuk.
“Ohyaa? Ayo-ayo suruh masuk saja Teuki…”
Leeteuk mengangguk lalu menggandeng tangan Haerin lembut dan mengajaknya masuk ke dalam aula keluarga mereka. Yesung dan Henry muncul dengan sihir di sudut ruangan.
“Omona, ada tamu spesial rupanyaa …” celetuk Henry.
“annyeong haseo…” sapa Haerin lembut kepada semua orang di dalam ruangan. Omma Jessica memeluk Haerin dengan erat. “Annyeong, annyeong. Sudah lama kami menantikanmu. Teuki lama sekali membawamu kemari. Hoho. Heh, kuda… kau tidak sopan sekali, Haerin sudah menyapamu tapi kau tidak membalasnya…” bentak Omma Jessica pada Siwon. Siwon tersentak.
“Iya, Annyeong. Duduklah…”
Haerin tersenyum lalu duduk di sebelah Leeteuk. Omma Jessica di depannya tersenyum-senyum panuh kebahagiaan. Yesung dan Henry juga terkikik. Henry bahkan terpesona dengan penampilan Haerin saat itu. biasanya, Haerin memakai pakaian seadanya saja. Tapi kali ini bagai putri raja yang siap dinikahi oleh Leeteuk.
“Mm, Henry jagiya… coba kau panggil dongsaengmu ke sini.” Suruh Omma Jessica. Henry mengangguk lalu segera menghilang untuk memanggil dongsaengnya.
“Bagaimana hubungan kalian sejauh ini?” tanya Omma Jessica.
“Kami berdua baik-baik saja. Tidak pernah sekalipun terjadi keributan yang besar.” Jawab Haerin.
“Baguslah. Lalu kapan rencana kalian akan menikah?”
“Entahlah, Omma. Aku ingin keluarga kita utuh dulu, lagi pula Wookie belum kembali…”
“Apa maksutmu utuh?” tanya Omma.
“Lihat saja kalian berdua. Daddy dan Omma masih saja bermusuhan… dan, Minji juga masih mengurung diri di kamarnya. Mungkin ada baiknya jika Omma dan Daddy menyelesaikan urusan ini dulu. Karena aku dan Haerin tidak mau menikah dengan keadaan masih kacau…”
“Ooooh, baiklah… harusnya kau tanyakan saja pada Ommamu itu, Teuk…” sahut Daddy Siwon.
“Kenapa aku lagi sih? Sudah kubilang kan? Aku tidak akan bersikap biasa saja padamu jika anak kita masih memusuhimu karena kelakuan senonohmu!”
“Lalu aku harus bagaimana?” tanya Daddy pasrah.
“Kau pikir saja sendiri …” ujar Omma Jessica sewot.
“Omma, Daddy… kalian ini bikin malu saja di depan Haerin Noona… hasss” keluh Yesung dengan ekspresi datarnya. Lalu Henry muncul di belakang Omma Jessica dan mengagetkannya.
“DUARR!”
“Omma tidak kaget!” sahut Omma Jessica.
“Aaah, payah sekali. Ya~ Omma… Minji tetap tidak mau. Tadi kata dayang-dayang juga ia tidak mau makan. Lalu bagaimana? Aku jadi kawatir dengannya. Seharian ini kerjanya hanya melamun terus di balkon…” tanya Henry.
“Omona! Kalau begini terus, Minji bisa sakit. Ya sudahlah, sebentar lagi Omma akan bicara pada Minji. Setelah Omma berbicara dengan Haerin.”
“Mianhae, aku jadi merepotkan Ajumma…” kata Haerin lirih.
“NOOO… tidak sama sekali, Hae. Malah harusnya Ajumma yang minta maaf karena keluarga kami sedang ada sedikit permasalahan…” katanya sambil mengedipkan kedua matanya.
“Lalu bagaimana, Omma? Daddy? Apa kami direstui?” tanya Leeteuk. Omma Jessica mengangguk semangat.
“Omma sangat merestui. Haerin pasti gadis yang tepat untukmu Jagiya…”
“Daddy juga sudah merestuimu. Tinggal kau sebutkan saja tanggal berapa kalian akan menikah agar kami dapat mempersiapkan pernikahan kalian. Lalu bagaimana dengan cincin kawinnya? Apa sudah ada ??” tanya Daddy.
“kami berdua baru akan mencarinya di dunia manusia, Daddy..” jawab Leeteuk.
“Apa harus di dunia manusia?” tanya Daddy.
“Nee. Tenanglah, aku bisa jaga diri dan menjaga calon istriku ini…”
“Saranghae beb,” bisik Haerin di kuping kiri Leeteuk. Leeteuk tersenyum.
Yesung melengos lega lalu segera berdiri. “Noona, Hyung aku duluan yaa…” kata Yesung lalu menghilang. Leeteuk berdeham. “Yasudah kalau begitu, aku dan Haerin akan mencari cincin kawin di dunia manusia sekarang, Omma, Daddy…”
“Baiklah, jaga Haerin ya, Sayaaang. Jangan sampai kau dan Haerin terluka. Saranghae…” kata Omma lalu berdiri dan memeluk Haerin dan Leeteuk satu persatu.
Daddy Siwon juga berdiri lalu menepuk bahu Leeteuk dan mengangguk.
“Kami permisi ya, Ajumma, Ajussi… Annyeong…”
“Annyeong…” jawab Jessica dan Siwon bersamaan. Lalu Haerin dan Leeteuk keluar. “Sepertinya, Minji masih mengurung diri di kamarnya. Hhh, baiklah kita pergi berdua saja dulu…” kata Leeteuk.
“Iya, tak apa, Yoboo… biarkan dia tenang dulu. Ayo,”

..

“Jagiya! Aku ingin melanjutkan yang tadi!!!” kata Omma Jessica lalu mendekati suaminya.
“Aah, aku semakin bingung saja…”
“Apa yang kau bingungkan?? Kau dengar sendiri kan kata Henry tadi? Bahkan anak kita belum makan sama sekali semenjak kau menyuruh Kangin untuk menggeret paksa Minji ke sini. Apa kau senang jika anakmu menderita seperti itu?”
“Bukan begitu, Jagiya. Aku hanya tidak ingin melanggar peraturan yang diberikan oleh Dewa Lee pada kita. Bagaimana jika Dewa Lee sampai tahu?”
“Choi Siwon, dalam tubuh Kibum sudah mengalir darah Minji. Darah rubah putih. Minji memberikan darahnya pada Kibum. Apa begitu masih bisa kau bilang bahwa Kibum itu manusia?” tanya Jessica.
“Ah, Aahh… berikan aku waktu untuk berfikir, Jagiya…”
Jessica melengos lalu pergi meninggalkan Siwon di dalam ruangan sendirian. Ia segera pergi ke kamar anaknya.
TOK TOK TOK
“Jagiyaa? Gwaenchana?” tanya Omma Jessica lalu masuk ke dalam. Ia melihat sekeliling kamar Minji. Tidak ada siapa-siapa. Jessica melirik ke balkon dan benar saja Minji ada di situ.
“Minji Jagiyakuu… gwaenchana? Mengapa sendirian di situ??” tanya Omma.
Minji tidak menjawab dan hanya menatap jauh ke luar sana. Memang balkon itu terlihat baik-baik saja, tetapi sebenarnya Siwon telah mengunci balkon itu agar Minji tidak dapat kabur lagi ke dunia manusia.
“Minji??” panggil Omma lalu menyentuh pipi anaknya.
“Omona, badanmu panas sekali …” kata Omma Jessica lalu menyentuh kening Minji dengan punggung tangannya. Omma Jessica segera memanggil dayang-dayangnya untuk membantunya. “Jagiya? Apa kau semalaman di luar sini??” tanya Jessica. Tetapi Minji sudah ambruk terlebih dahulu.
“OMONAA!”

Para dayang telah merebahkan Minji di tempat tidurnya. Omma Jessica duduk di sebelah tempat tidur Minji sambil terus menggenggam tangan Minji yang panas. Daddy Siwon datang dan mendekati istrinya.
Ia menyentuh pundak Jessica sambil menatap wajah pucat Minji.
“Ya~ kau lihat perbuatanmu? Kau senang hah? Kau senang anak kita sakit tidak berdaya seperti ini???” seru Omma Jessica lalu menepis tangan Siwon yang tadi memegang pundaknya.
“Aku sudah memanggil Tabib kerajaan, Jagiya. Anak kita pasti baik-baik saja…” kata Siwon. Penasihat Yoochun datang dengan seseorang dengan janggut panjang di belakangnya. “Baginda Raja, ini Tabib Tablo sudah datang…” kata Penasihat Yoochun. Jessica berdiri di sebelah Siwon. Membiarkan Tabib Tablo memeriksa anaknya. Siwon merangkul Jessica yang terisak.

..

Siang Hari di Seoul

“Aargh, kenapa perasaanku tidak enak sekali ya.”
“Ya? Kenapa memangnya?” tanya Haekyu pada Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng.
“Molla. Dimana Kibum?” tanyanya.
“Kibum sedang istirahat. Baru saja aku mengganti perbannya dengan yang baru. Aku senang sekali ia sudah bisa jalan, Honey…” kata Haekyu yang duduk di sebelah Kyuhyun.
“Kau perhatian sekali. Aku masih tidak tega melihat Hyung yang terus menerus khawatir pada Minji.”
“Wajar saja. Kalau aku jadi Kibum aku juga akan melakukan hal yang sama.”
“Ahaha, kau ini. Aku tidak akan rela membiarkan dirimu tertusuk benda tajam seperti Kibum Hyung… ya~ aku baru menyadari sesuatu. Ada yang berbeda dari dirimu ya…?” kata Kyuhyun.
“Waeyo?”
“Kau lebih feminim, Hae…”
“Ahaha, kenapa baru sadar sih, Kyuu? Memang siiih, aku sedikit lebih feminim. Karena kau tau? Sebenarnya kepribadianku tertukar dengan dongsaengku yang bernama Heechul. Dan, baru aku pulang kemarin mereka menukarku kembali dengan kepribadian asliku. Aneh memang. Tapi itu nyata…”
“Jincha?”
“Semua pasti tidak percaya jika kuceritakan.”
“Aku percaya”
“Wae?”
“Karena aku mencintaimu jadi aku percaya padamu.”
“Oh Kyuu~”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kerajaan Musang Lancip…

Hyemin berjalan-jalan di taman bunga di belakang istana Musang Lancip. Hari itu semua orang sedang tidak berada di istana. Omma-ommanya sedang berbelanja di negri Macan tutul bersama Zhoumi dan Sungmin. Sedangkan, Heechul dan Donghae mengikuti pelatihan mantra di Negri yang lumayan jauh. Hanya ada Hyemin penghuni istana. Tetapi ia cukup senang karena tidak mendengar ribut-tibut di istana.
Hyemin memetik bunga Tulip yang tumbuh di dekat kolam. Ia berniat akan belajar merangkai bunga dengan salah satu dayang istana yang pintar sekali merangkai bunga. Tetapi tiba-tiba matanya di tutup oleh seseorang.
“Annyeong, tebaklah siapa aku…”
“Ya~ Sungmin Oppa, katanya mau mengikuti pelatihan mantra… bagaimana sih?”
“Kok Sungmin????” tanyanya lalu melepaskan tangannya dan membiarkan Hyemin melihat dirinya. Hyemin berbalik dan melihat sosok Ryeowook sedang tersenyum menatapnya. Hyemin menganga lalu menghambur di pelukan Ryeowook yang hangat.
“Oppa, mengapa kau kembali lagi?” tanya Hyemin senang campur bingung juga.
“Aku sebenarnya punya firasat tidak enak. Entahlah, tapi begitu aku menemuimu di sini rasa itu seketika menghilang. Aku ingin menghabiskan seharian ini bersamamu sebenarnya. Tapi, itupun jika kau mau…”
“Aku sangat senang sekali. Walaupun hanya seharian saja…”
“Baiklah, bagaimana jika kita pergi ke dunia manusia, Hye? Aku ingin pergi ke Mall… sudah lama sekali aku tidak ke sana… bagaimanaa??”
“Aiih, senangnya… ayo kalau begitu…” seru Hyemin lalu merangkul Ryeowook dan mereka berjalan bersama ke portal menuju dunia manusia yang sering diberitahu oleh Haekyu, Unnienya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Rubah Putih,
“Jagiya, kurasa aku harus memanggil Kim Kibum itu ke sini agar anak kita bisa kembali lagi seperti dulu…” kata Siwon pada Jessica di aula keluarga.
“Aku senang kau mulai bisa mengerti, Jagiya.” Kata Jessi.
“Aku hanya tidak mau Minji salah memilih, Jessica…” lanjut Siwon.
“Aku mengerti. Sebagai Abeoji kau ingin yang terbaik untuk anakmu. Tetapi saat ini yang terpenting adalah mempertemukan Minji dengan Kibum.”
Siwon mengangguk. “Baiklah, besok kita ke sana ya…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Hyemin dan Ryeowook pergi ke mall di dunia manusia. Mall itu lumayan sepi. Mungkin karena ini hari kerja jadi banyak yang masih bekerja dan belum begitu ramai. Ryeowook merangkul Hyemin. Sambil tertawa, Hyemin memeluk sebuah teddy bear besar berwarna coklat di sebuah toko boneka.
“Kau suka, Hye?” tanya Ryeowook.
“Ehm, aku hanya melihatnya. Lucu sekali sepertimu …”
“Omona, kau samakan diriku dengan beruang. Baiklah, aku akan membeli boneka itu untukmu…”
Setelah Ryeowook membayar dan Hyemin masih tersenyum-senyum karena Boneka Teddy Bear itu telah menjadi miliknya, mereka berjalan ke sebuah restauran Jepang untuk makan siang.
“Ayo, sini … Aaaaa~” Hyemin menyuapkan sushi untuk Ryeowook. Ryeowook melahapnya.
“Bagaimana, apa kau sudah memberitahu Appamu?” tanya Hyemin. Ryeowook terdiam.
“Aneyo. Aku masih belum berani. Aku bingung sekali bagaimana cara bilangnya. Kau tau kan Daddyku itu orangnya tegas sekali. Bahkan pada anaknya sendiri …” kata Ryeowook.
“Lalu bagaimana kita bisa menikah?”
“Molla~ mungkin belum untuk saat ini. Karena, aku masih sibuk dan Leeteuk Hyung juga sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Haerin Noona.”
Hyemin mengangguk lalu tersenyum. “Kuharap kau mengerti…” kata Ryeowook.
“Gwaenchana… aku mengerti sekali, Oppa. Kau fokuskan saja pada urusanmu dahulu…”
“Kau tidak apa-apa kan kalau menungguku sedikit agak lama … ?”
“Nee. Aku akan menunggumu. Mm… Oppa~ bagaimana jika kita ke rumah Kyuhyun ?” usul Hyemin. Ryeowook tampak berpikir lalu mengangguk dengan mulut penuh sushi.

..

“Yoboseyooo???”
“Yobose~”
“Aiih, Annyeong? Hyemin my little dongsaeng? Dan …?” tanya Haekyu.
“Wookie. Kau anak Musang Lancip ya?”
“Nee. Ayo masuk. Bagaimana kabar kalian? Apa kalian baik-baik saja? Kyuhyun sedang menemani Kibum di belakang. Aku panggil dulu, ya…” cerocos Haekyu.
“Ah, iya… gomawoyo, Unnie…”
“Ahaha, HONEEEYY… Ada Hyemin dan Wookie. Ayo keluarlaahh…” panggil Haekyu.
“Ah, Unnie. Kibum tinggal di sini?” tanya Hyemin. Haekyu mengangguk.
“Nee, sejak kecelakaan itu Kibum tinggal bersama Minji di sini. Dan, Kibum menjadi lebih pendiam sejak Minji di geret paksa oleh Pengawal Rubah Putih untuk pulang. Dan, sampai sekarang belum juga ada kabar darinya.” Cerita Haekyu.
“Kangin maksutmu?” tanya Ryeowook.
“He’eh.”
“Lalu bagaimana ceritanya Kibum bisa kecelakaan???” tanya Hyemin, terlihat sedikit kepanikan di wajahnya.
“Itu karena menyelamatkan Minji. Hoooh, untungnya Unniemu ini bisa taekwondo. Jadi mereka berdua ditambah Kyuhyun juga… mereka selamat. Hanya saja Kibum sedikit sial…” kata Haekyu.
Lalu Kyuhyun keluar dengan di susul Kibum di belakangnya. Kibum sudah bisa berjalan pelan-pelan walaupun lukanya masih basah. Kyuhyun terperangah.
“Hyemin sshi?”
“Kyuhyunniee!! Kibum Oppaa…” serunya lalu berdiri dan memeluk Kyuhyun juga Kibum.
“Aaw… jangan keras keras napaa… masih sakit ini…” omel Kibum. Hyemin meringis. “Mianhae. Bagaimana keadaanmu?” tanya Hyemin. Kibum mengangguk. “Joha. Sudah lebih baik. Kau sendiri?”
“Aku baik-baik saja. Oppa, kau jangan menangis ya ditinggal oleh Minji…”
“Idiih, siapa yang nangis? Kau sendiri? Bagaimana dengan Wookie?”
“Semakin lengket. Hoho…”
“Wae?” sahut Ryeowook.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Haerin sayaang, suapin dooong…” kata Leeteuk manja. Haerin terkikik.
“Oppa~ memangnya tidak bisa makan sendiri. Btw, ini namanya apa siiih? Kok bentuknya aneh gitu?”
“Mm,,, setauku aih itu namanya Myeon…”
“Ah, aku tau kalau yang itu. sudahlah, lupakan saja… Oppa~ kita akan kemana lagi hari ini? Dunia manusia ternyata asyik sekali… beruntung sekali dongsaengmu sempat menjadi manusia beberapa tahun…”
Leeteuk menggeleng pelan. “Aku juga suka sekali ke dunia manusia. Oh iya, setelah ini kita ke jewelery aja, Beb…” usul Leeteuk. Haerin mengangguk.

Akhirnya setelah mencari toko-toko perhiasan, mereka menemukan satu toko dengan cahaya paling bersinar dan Haerin tertarik sekali untuk masuk ke sana. Leeteukpun setuju dan akhirnya bersama-sama Haerin ia masuk. Pemilik toko langsung menyambut mereka dengan ramah.
“Annyeong…”
“Ah, Annyeong Ajusshi…” balas Haerin ramah.
“Kami ingin mencari~”
“Mm, dari aura kalian aku mengerti kalian pasti pasangan yang akan menikah dan ingin mencari cincin kawin ya?” tebak Ajusshi itu. Haerin menganga. “Bagaimana anda bisa tau?”
“Semua itu ada auranya. Aku melihat aura kalian berdua. Baiklah, baiklaah… ayo kita lihat dulu…” kata Ajusshi.
Ajusshi itu bernama Geum Myung Su. Leeteuk dapat melihat nama itu di Idnya yang sedang ia pakai. Tetapi, sepertinya dia bukan seorang pegawai. Bahkan Leeteuk tidak melihat ada pegawai satupun yang bekerja di sana. Hanya ada dirinya. Sebelum ia datang, Tuan Geum Myung Su hanya melamun seorang diri sambil melihat satu-persatu orang-orang yang sedang berlalu lalang di depan tokonya.
“Biar ku lihat dulu auramu Nona Muda…” katanya lalu menyuruh Haerin untuk duduk di sebuah kursi di sudut ruangan. Ajusshi itu menyentuh tangan Haerin sejenak lalu mengangguk dengan pandangan yang sangat cerah sekali.
“Wah, anak muda. Kau sangat beruntung mendapatkan wanita sebaik dirinya. Kepribadiannya sangat cantik. Tipe wanita yang setia dan tidak terlalu menuntut. Tidak hanya wajahnya yang cantik tapi juga hatinya.” Katanya lalu menarik tangan Leeteuk dan menyentuhnya untuk membaca auranya.
“Hmm. Sangat unik sekali. Kepribadianmu sangat cocok dengannya. Tegas dan penuh kepemimpinan. Kau juga tipe pria yang setia juga sederhana. Jika aku menjadi kau, Tuan Muda… aku tidak akan menyia-nyiakan wanita seanggun dirinya…”
Leeteuk melirik Haerin yang sedang tersenyum. Lalu ia merangkul Haerin. “Sampai kapanpun, aku tidak akan menyia-nyiakannya, Ajusshi…”
“Nah, kalau begitu aku bisa tau cincin apa yang pantas untuk kalian.” Kata Ajusshi itu lalu berdiri dan berputar-putar sejenak baru mencari cincin yang ia maksut. Haerin terkikik.
“Ya~ Oppa… apa menurutmu Ajusshi itu sedang bercanda??” tanya Haerin.
“Jika menurutmu begitu, menurutku Ajusshi itu memang benar.” Jawab Leeteuk.
Beberapa saat kemudian, Ajusshi itu datang dengan sepasang cincin emas putih yang sangat indah. Sejenak jika dilihat sekelebat cincin itu sama seperti cincin-cincin pada umumnya. Tetapi jika lebih detail lagi cincin itu terlihat beda. Leeteuk sendiri juga mengakui tetapi ia tidak tahu apa yang membedakan.
“Ya~ kalian berdua. Ini cincin yang ku maksut. Apa kalian bisa merasakan? Cincin ini yang akan mengikat kalian. Setiap cincin yang ada di toko ini dapat memancarkan aura si pemiliknya. Dan, aku rasa cincin ini sangat cocok sekali untuk kalian…” kata Ajusshi itu lalu menyodorkan cincin itu pada Leeteuk dan Haerin agar mereka melihatnya.
“Omonaa… aneh sekali. Sepertinya tidak ada yang special pada cincin ini. Tapi entah kenapa aku sangat menyukainya, Oppa…” kata Haerin.
“Nona Muda. Bukannya tadi sudah ku katakan cincin itu memiliki kelebihan? Cincin itu dapat memancarkan auramu jika kau memakainya.”
“Baiklah, Ajusshi. Kami mengambil cincin ini.” Kata Leeteuk lalu menyodorkan cincin itu kembali pada Ajusshi Myung Su. Ajusshi itu mengangguk lalu mengurus pembayaran untuk cincin itu.
Setelah selesai, Leeteuk merangkul Haerin mengajaknya untuk pergi dari tempat itu. Haerin mengangguk lalu berpamitan pada Ajusshi itu.
“Kamsahamnida…”
“Nee. Baik-baiklah kalian. Kudoakan agar kalian bahagia selamanya…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kerajaan Rubah Putih Menjelang malam…

“Annyeong, Omma Daddy?” sapa Leeteuk lalu memberi korean bow pada kedua orangtuanya kemudian mendekat pada keduanya. Dilihatnya sang Omma tidak henti-hentinya menangis sedangkan Daddynya disebelah Omma sedang berusaha menenangkan Ommanya.
“Ada apa ini?” tanya Leeteuk.
“Teuki? Kau sudah pulang?”
“Nee…”
“Kau sudah mendapatkan cincin kawin kalian?” tanya Daddy Siwon. Leeteuk mengangguk.
“Daddy? Kenapa Omma menangis?” tanya Leeteuk. Daddy melengos.
“Sebenarnya…”

..

“OMO! Bagaimana bisa begini, Omma? Daddy? Kenapa Minji jadi tidak sadarkan diri?? Ada apa sebenarnya?” tanya Leeteuk masih bingung sekaligus cemas.
“Dongsaengmu tidak makan seharian, Teuki sayaang… dan, semalaman dia duduk di balkon. Badannya demam. Omma dan Daddymu memutuskan untuk membawa Kibum ke sini agar dia bisa sadar lagi…” kata Omma Jessica sambil terisak. Leeteuk menarik nafas panjang.
“Kalau begitu tunggu apa lagi, Omma? Ayo, kita bawa Kibum ke sini.” Kata Leeteuk.
“Omma menunggu seseorang dari kalian datang. Karena Omma sendiri tidak tau dimana rumah Kibum.”
“Yesung? Henry?”
“Mereka sedang pembekalan, Teuki. Bagaimana bisa?”
“Ya sudah, sekarang kan Teuki sudah datang, bagaimana kalau kita bersama-sama ke dunia manusia dan membawa Kibum ke sini?” sahut Daddy Siwon. Leeteuk dan Omma Jessica sepakat mengangguk.
Omma Jessica dan Daddy Siwon keluar dari kamar Minji untuk bersiap-siap berganti kostum menjadi kostum manusia. Leeteuk yang masih dengan Kemeja Putih dan jaketnya mendekat pada Minji dan menggenggam tangan dongsaeng perempuan satu-satunya.
“Dongsaeng, Oppa janji akan menjagamu. Oppa akan membawa Kibum ke sini agar kau bisa sadar kembali…” kata Leeteuk lalu mengusap punggung tangan Minji dan beranjak dari duduknya dan mengecup kening Minji lembut. Ia menatap Minji sesaat lalu segera menyusul Omma dan Daddynya.

..

“Kau yakin ini tempat keluar yang benar, Teuki?”
“Omma, karena ini sudah malam wajar saja keadaan Korea jadi berubah…” kata Teuki lalu berjalan di sepanjangan trotoar bersama kedua orangtuanya. Siwon terus merangkul istrinya.
“aah, Teuki! Ini … ini rumah yang pernah Omma kunjungi bersama Minji!” seru Omma Jessica heboh.
“Wae? Ini rumah Kyuhyun kan? Ayo, mungkin saja Kyuhyun berminat menemani kita ke rumah Kibum.” Kata Leeteuk lalu berjalan terlebih dahulu ke rumah Kyuhyun.
Mereka tiba di depan pintu rumah Kyuhyun dan Leeteuk berkali-kali menekan bel yang ada di depan rumahnya. Sejenak ada keributan kecil yang terjadi. Leeteuk menduga sang pemilik rumah sedang dulu-duluan membukakan pintu. Dan benar saja. Sesosok perempuan dengan rambut sebahu menyapa mereka dengan lembut.
“Annyeong Haseyo. Di sini rumah Tuan Kyuhyun…”
“Kyu Kyu ??” seru Leeteuk. Haekyu terbelalak. Lalu melihat orang di belakang Leeteuk.
“Omona, Raja Siwon…” gumamnya lalu bersembunyi di balik Kyuhyun. Kyuhyun menggeleng lalu menyapa mereka. “Oh, Eeteuk Hyung. Sedang apa? Ayo masuk-masuuk…” ajak Kyuhyun lalu membuka pintu lebih lebar lagi.
“Oh iya, ini orang tuaku. Omma, Daddy kenalkan ini Kyuhyun teman dekat Minji…”
“Aaah, kau Kyuhyun yang sering di ceritakan oleh anakku itu ya? Senang sekali berkenalan denganmu, Kyu sshi…” kata Omma Jessica.
“Begini, orang tuaku ingin bertemu dengan Kibum… kalau kau ada waktu~”
“Oooh, Kibum ya? Dia ada di sini… sebentar ya, Hyung. Ku panggil dulu. Dia agak susah sekali bertemu dengan orang-orang mungkin karena traumanya masih belum hilang…” kata Kyuhyun. Omma Jessica menahan Kyuhyun.
“Trauma apa?”
“Aah, trauma semenjak kecelakaan itu Ajumma. Tetapi, biar kupanggil dulu…” kata Kyuhyun sopan lalu beranjak masuk ke dalam untuk memanggil Kibum. Tinggallah Haekyu sendirian di situ.
“Kau ini siapa?” tanya Siwon hati-hati karena sedari tadi Haekyu diam tidak bergerak bahkan hanya menunduk memandangi kuku kakinya yang tanpa beralas.
“Eh, Oh, Ah… aku~”
“Jagiya, ini anak Tiffany yang pertama. Haekyu. Masa kau lupa?” tanya Jessica.
“Mwo? Kau anak Tiffany? Anak Eun itu? Musang Lancip???” tanya Siwon membara. Haekyu mencicit. Tetapi Jessica menahan tangan Siwon agar tidak memukul anak yang tidak berdosa itu.
“Sudahlah jagiya. Lagipula, kau ini kan bermusuhan dengan Appanya. Bukan dengannya. Kau tidak boleh membencinya. Bagaimana jika anakmu sendiri malah menyukai anak Musang Lancip??”
“Amit amit jabang bayiii… aku lebih menyetujui anakku menikah dengan Manusia daripada dengan anak Musang Lancip. Aku tidak akan pernah menyetujuinya! Tidak sampai Eun Monkey itu mengaku kalau dia memang salah!!!” geram Siwon. Leeteuk menggeleng.
“Daddy Kyu Kyu ketakutan. Lagipula, dia ini pacaran dengan Kyu. Jadi tidak mungkin menikah dengan anak Rubah Putih…” jelas Leeteuk.
“Aaah, sungguh Hae… Suamiku tidak bermaksut demikian… mohon kau maklum ya, appamu dan suamiku memang sedang bermusuhan. Ku harap kau mengerti…”
“Nee. Tentu saja aku mengerti, Ajumma…” jawab Haekyu.

Beberapa saat kemudian, Kyuhyun dan Kibum muncul . Kibum tampak berjalan perlahan-lahan dan Kyuhyun di sebelahnya membantunya untuk berjalan. Omma Jessica kontan berdiri dan menghampiri Kibum.
“Kibum sayaang… bagaimana keadaanmu?” tanya Omma Jessica lalu menyentuh pipi Kibum. Kibum tersenyum kecut. “Baik” jawabnya singkat.
“Kibum sshi?” panggil Siwon lalu menjabat tangan Kibum. Leeteuk memeluknya, ia memang tidak mengatakan apa-apa tetapi dari pancaran mata Leeteuk seolah-olah ingin menceritakan banyak sekali.
“Kibum~ah. Ini Daddyku…” kata Leeteuk lalu memperkenalkan Daddynya pada Kibum. Kibum melengos lalu memalingkan mukanya sejenak.
“Ada apa kalian ke sini?” tanya Kibum sedikit sinis.
“Kibummie sayang.. Kami tidak tau harus mencari siapa lagi jika bukan dirimu…” kata Jessica.
“Kibum sshi, kumohon demi Minji ikutlah ke dunia kami.” Kata Siwon lalu menundukkan kepalanya.
“Aku tau, memang aku yang salah telah memaksa kalian untuk tidak berhubungan lagi. Tapi, kini aku sadar kau lah segalanya bagi anakku, Kibum sshi…” lanjut Siwon. Kibum menggeleng tidak mengerti dengan maksut mereka.
“Kibum~ah… Minji sekarang sakit. Dia tidak sadarkan diri… Dia membutuhkanmu. Kau mau kan memaafkan Daddyku dan ikut kami ke dunia kami? Ku rasa Minji benar-benar tidak bisa hidup tanpamu…” kata Leeteuk.
Kibum terbelalak. Ia tidak dapat berkata-kata. “Minji? Wae?? Minji kenapa?”
“Sudahlah, Kibum sayaang. Ayo segera ikut kami. Mungkin dengan kau ada di sana Minji dapat segera sadar…” kata Omma Jessica.

Malam itu juga, Kibum ikut mereka ke dunianya. Dengan di bantu oleh Leeteuk ia berjalan menuju portal tempat dimana dunianya dan dunia Minji dapat bersatu. Karena dalam dirinya sudah mengalir jiwa rubah, Kibum dapat memasuki portal itu dengan lancar.
Leeteuk memapah Kibum sedangkan Omma Jessica dan Daddy Siwon berjalan di belakangnya. Sesampai di depan kamar Minji. Leeteuk berhenti dan membuka pintu itu. membantu Kibum untuk mendekat. Omma dan Daddynya tidak ikut masuk dan hanya berdiri di depan kamar Minji. Mereka tidak ingin mengganggu.
Leeteuk mendekat. Dan menggenggam tangan Minji kembali.
“Dongsaeng, aku sudah membawa Kibum ke sini.”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Hyemin dan Ryeowook berjalan di sepanjang trotoar di pinggiran taman kota. Hyemin merangkul tangan Ryeowook erat. Seperti tidak ingin melepasnya. Begitu juga Ryeowook. Lalu, mereka duduk di sebuah bangku taman. Hari memang sudah mulai gelap dan mereka memutuskan untuk menikmati hari itu hingga habis.
“Ya~ kau ingin es krim?” tanya Ryeowook pada Hyemin. Hyemin mengangguk penuh semangat.
“Baiklah, kau tunggu dulu…”
“Oppa~” seru Hyemin lalu menarik tangan Ryeowook agar ia tidak pergi.
“Waeyo? Katanya kau ingin es krim…”
“Oppa~ aku ingin menyatakan perasaanku padamu…” ucap Hyemin lirih. Ryeowook membenarkan duduknya lalu mendengarkan baik-baik kata-kata yang akan di katakan oleh Hyemin.
“Oppa, Saranghae…” kata Hyemin lalu memejamkan matanya. Ryeowook juga memejamkan matanya lalu menempelkan bibirnya pada bibir Hyemin.
“Aku juga mencintaimu, Hyemin… Jongmal saranghae… apapun yang terjadi…” kata Ryeowook.
“Berjanjilah kau akan terus bersamaku…” pinta Hyemin lalu mengacungkan kelingkingnya pada Ryeowook. Ryeowook membalas kelingking Hyemin lalu mengusap kepalanya.
“Aku tidak akan kemana-mana. Aku akan terus bersamamu…”
“Baiklah aku akan membeli es krim untuk kita. Kau tunggu di sini ya…” pesan Ryeowook. Hyemin mengangguk dan membiarkan Ryeowook pergi ke sebrang membeli es krim dengan rasa kesukaannya. Hyemin menunggu lama sekali. Ryeowook baru muncul beberapa saat kemudian. Ia memanggil Hyemin.
“Hyemin … !!” panggil Ryeowook dari sebrang sambil melambai-lambai.
Hyemin tersenyum lalu segera berlari menghampiri Ryeowook yang ada di sebrang dengan membawa 2 buah cone ice cream di tangannya. Hyemin terus berlari sampai-sampai ia tidak melihat ke kanan dan ke kiri saat menyebrang dan saat itu juga tepat sebuah mobil melaju kencang sekali dengan kecepatan tinggi.
“HYEMIN AWAAASS !!!”

BRAAAKKKK …

“ANDWEEEE~ HYEMIIN….” Pekik Ryeowook lalu menjatuhkan kedua es krimnya dan berlari menuju Hyemin yang tergeletak di tengah jalan dengan darah berceceran dimana-mana. Ryeowook memekik ketakutan sambil terus mengeluarkan air matanya.
“HYEMIN!” panggil Ryeowook.
“AAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRGGHHHHH !!!!!!!!!!!!!!!!!” jeritnya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Leeteuk menepuk pundak Kibum berusaha mengatakan pada Kibum bahwa ia sangat berharap padanya. Kibum mengangguk lalu Leeteuk meninggalkan Kibum dan Minji berdua saja. Kibum perlahan menggenggam tangan Minji yang hangat. Lalu ia mengusap kepalanya.
“Ya~ kau bagaimana sih, bukannya kau berjanji akan merawatku?” ucap Kibum padanya.
“Kau bilang kau tidak akan meninggalkanku!”
“Minji~ah. Bangunlah, aku ada di sini bersamamu, aku bersedia menggantikanmu seperti ini. Omo! Aku sudah gagal melindungimu…” kata Kibum. Kibum perlahan menitikkan air matanya lalu membenamkan wajahnya di kasur Minji.
Kibum melengos lalu menghapus sisa air matanya dan mengeluarkan sesuatu dari saku mantelnya. Sebuah cincin tunangan milik Minji yang saat itu terjatuh di balkon rumah Kyuhyun saat mereka sedang berdua. Kibum memasangkan cincin itu di jari manis Minji. Kemudian ia berusaha berdiri dan berbalik ingin keluar dari tempat itu.
Kibum menatap Minji sebentar lalu ia benar-benar pergi keluar kamar dan menemui Leeteuk juga Omma dan Daddynya Minji.
“Bagaimana?” tanya Leeteuk.
“Aku sudah berbicara padanya. Ku harap ia mendengarku…” kata Kibum.

..

Paginya, Henry yang baru saja datang buru-buru menghampiri Leeteuk karena semalam Leeteuk mengabarinya bahwa Minji belum sadarkan diri. Henry terlihat sangat cemas. Begitupula dengan Yesung. Tetapi Yesung memutuskan untuk menengok Minji nanti setelah ia bertemu dengan Penasihat Yoochun.
Leeteuk menggangti bunga daisy yang sudah hampir layu di vas kecil sebelah tempat tidur Minji dengan yang lebih segar. Haerin yang membawakannya untuk Minji. Henry duduk di sebelah Minji sambil bertopang dagu. Leeteuk berdiri di dekat Jendela besar untuk memerhatikan pemandangan sekitarnya.
“Hyung sangat khawatir sekali padanya, Hen…” kata Leeteuk.
Henry menghela nafas. “Daddy tega sekali…” kata gumam Henry. Leeteuk mengangguk setuju. “Daddy sudah kelewatan. Tega sekali membuat anaknya menderita seperti ini.”
Henry memainkan jemari Minji. Tiba-tiba saja Minji membuka mata dan menempelkan telunjuknya pada bibirnya. Menyuruh Henry untuk diam. Henry sempat terkejut tetapi ia mengangguk.
“Tapi Hyung sepertinya perhatian sekali dengan Minji…” kata Henry.
“Tentu saja Hyung perhatian.”
“Tapi Hyung tidak perhatian padaku…” keluh Henry.
“Mwo? Aku juga perhatian padamu, pada Yesungie dan pada Wookie. Kalian ini kan dongsaeng-dongsaengku, tentu saja aku peduli pada kalian…” jelas Leeteuk.
Minji mengikuti omongan Leeteuk lewat gerak bibirnya, ia geli sekali mendengar kata-kata Minji. Henry terkikik. Tiba-tiba saja Leeteuk menjitak kepala keduanya.
PLETAK
“Ya~ apa yang sedang kalian berdua lakukan??” tanya Leeteuk tiba-tiba.
“Aw, sakit tau Hyuuungg…”
“Iya, sakit nih Oppaa~”
“Ya~ kenapa pura-pura tidur kalau sudah bangun… zz” omel Leeteuk.
Minji bangkit lalu memijat-mijat kepalanya yang baru saja di jitak oleh Leeteuk. “Hhuuh, kalau tidak begitu mana mungkin Kibum bisa dipanggil ke sini?”
“Kau ini, nakal sekali membohongi orang tua.” Kata Leeteuk.
“Kan sudah kubilang, jika bukan begini caranya, bagaimana Kibum bisa sampai sini??”
“Ah, baiklah kuakui idemu cukup jenius…” aku Leeteuk.
“Hyung, bahkan idenya lebih hebat…” cengir Henry. Leeteuk lagi-lagi menjitak kepala Henry. “Adaaw, bisa-bisa aku amnesia jika Hyung terus menjitak kepalaku!!” raung Henry.
“Tapi apa benar Oppa menghawatirkanku sampai segitunya?”
“Tentu saja!”
“Tapi Oppa, Pleasee jangan bilang pada Omma dan Daddy yaa… kalau mereka tau pasti mereka berubah pikiran dan menendang Kibum keluar dari istana ini… Pleasee…”
Leeteuk melirik Henry. Henry tersenyum. “Tenang saja! Percayakan padaku!!!” sahut Henry penuh semangat.
“Baiklaah, kau menang. Ini hanya karena kau dongsaengku yaa… Huh,”
“Horee…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Ryeowook memegangi kepalanya dan mondar-mandir sedari tadi tidak bisa diam. Pikirannya masih kacau. Bahkan, ia juga belum mengabari siapapun bahwa Hyemin kecelakaan saat bersamanya. Tetapi, Penasihat Yoochun dan Penasihat Ho Dong sudah tiba atas panggilannya. Ho Dong juga tampak berkeringat dingin.
Yoochun malah sibuk menggigiti kuku jarinya sampai ke dalam. Ia sendiri juga bingung. Padahal, ada sesuatu yang harus ia kerjakan di istana. Tetapi, karena Ryeowook bilang urusan itu lebih penting dari apapun, Yoochun bersedia meninggalkannya.
“Yoochun~ah, bagaimana bila terjadi sesuatu padanya?” tanya Ryeowook panik.
Yoochun berdiri dan mendekati Ryeowook. “Kita berdoa saja, Tuan Muda…”
“Semua ini salahku, Yoochun~ah! Kalau saja aku tidak pergi membeli es krim, kalau saja aku tidak mengajaknya untuk berjalan-jalan di dunia manusia, semua ini pasti tidak akan terjadi!! AKU BODOOHH!! ARRGH!” Pekik Ryeowook lalu menghantam tembok rumah sakit.
Ho Dong mendekat, “Tuan Muda, Ini semua bukan salahmu. Semua itu terjadi secara kebetulan. Betul-betul bukan salahmu. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri…” kata Ho Dong lalu menepuk bahu Ryeowook.
“Kalau sampai terjadi sesuatu pada Hyemin, aku tidak akan memaafkan diriku sendiri!!” sumpah Ryeowook lalu membenamkan mukanya di pelukan Yoochun. Ia menangis sejadi-jadinya di sana. Ia tidak peduli dengan tatapan orang-orang yang lewat saat itu. yang terpenting adalah Hyemin.

Beberapa saat kemudian, Dokter yang tadi menangani Hyemin keluar dengan muka yang sangat masam. Yoochun menggeleng kecil. Ia tau dari raut mukanya, Dokter ini tidak akan menyampaikan hal yang baik. Dan benar saja, saat Dokter itu hendak berbicara, rautnya berubah menjadi lebih masam.
“Kalian ini siapanya?” tanya Dokter itu.
“Dimana keluarganya?” tanyanya lagi.
“Saat ini kamilah keluarga terdekatnya…” jawab Ho Dong. Dokter itu mengangguk. Ia mengambil nafas sejenak sebelum membuka mulutnya.
“Pasien mengalamin kebutaan karena benturan yang keras. Bahkan, dimungkinkan dalam jangka waktu lama Pasien dapat kehilangan fungsi geraknya. Tetapi sangat besar kemungkinan pasien tidak lumpuh…”
“MWO? BUTA??” Pekik Ryeowook langsung lemas.
Ho Dong hanya dapat terduduk kembali. Bingung bagaimana ia menjelaskan ini pada Orang-orang di istana. Yoochun mencoba menguatkan Ryeowook yang sekarang tangisannya semakin menjadi.
“KAU BERCANDA KAN ?! BAGAIMANA MUNGKIN HYEMIN BISA BUTA?!?!” Raung Ryeowook lalu menarik kerah baju Dokter itu dan menyudutkannya. Ryeowook hendak mengayunkan tangannya tetapi digagalkan oleh Yoochun. Ho Dong yang melihat dari jauh hanya dapat menggeleng lalu kembali membenamkan wajahnya.
“Tuan Muda, dengan kau memukuli dokter-dokter di sini, itupun tidak akan menyelesaikan masalah. Sudahlah, lebih baik kita terima saja!” bentak Yoochun.
“Aku harus bagaimana, Yoochun~ah? Hyemin buta karena salahku. Karena aku ceroboh tidak menjaganya… aku sangat menyesal sekali…”
“Aku mengerti perasaanmu, Tuan Muda… cobalah untuk tenang dahulu…” kata Yoochun yang lagi-lagi hanya bisa memegangi kepalanya. Ho Dong berdiri dan memanggil Ryeowook untuk berbicara sedikit padanya. Ryeowook menghampirinya.
“Tuan Muda sebaiknya melihat kedalam bagaimana keadaan Hyemin…” usul Ho Dong. Ryeowook mengangguk lalu menghapus sisa air matanya yang masih mengalir. Ia membuka pintu kamar perlahan dan berjalan tanpa harapan menuju tempat tidur bersprei linen warna putih dimana Hyemin, Hyeminnya terbaring dengan mata di perban. Melihat itu Ryeowook kembali meneteskan air matanya. Rasanya ia tidak sanggup melihat Hyemin yang seperti itu karenanya.
Ryeowook mendekat dan duduk di kursi di sebelah Hyemin terbaring. Ia menggenggam erat tangan Hyemin lalu ia mengecupnya. Ia juga masih menangis hingga membasahi sprei.
“Hyemin~ah. Mianhae… Semua ini salahku. Salahkulah kau menjadi buta. Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri! Semua ini salahkuu…”
“Hyemin…”
“Aku betul-betul cowok brengsek yang ceroboh dan tidak bisa menjagamu. Kenapa aku baru menyadarinya saat ini? Kalau saja waktu bisa kuputar kembali… Hyemin, aku… aku mencintaimu.” Katanya lalu mengecup tangan Hyemin sekali lagi lalu ia berdiri dan menatap lekat-lekat wajah Hyemin baru kemudian ia pergi dari situ.
“Tuan Muda,,,”
“Yoochun~ah, aku ingin pulang sekarang juga…” kata Ryeowook pada Yoochun. Ho Dong mendongak. “Tuan Muda, bagaimana jika Nona Muda Hyemin mencarimu?”
“Ho Dong, aku tidak bisa terus menerus di sini… aku harus kembali berperang!” kata Ryeowook.
“Demi Hyemin…” lanjutnya lirih.
“Tuan Muda, tapi…” bantah Yoochun.
“Yoochun~ah, ayo kita pulang…”
“Baiklah… Ho Dongie, bawalah Nona Muda Hyemin kembali ke rumah dan katakan seperti tadi yang kubilang. Hanya kita bertiga yang tau tentang rahasia ini…” kata Yoochun. Ho Dong diam namun ia mengangguk lalu berdiri dan memeluk Yoochun juga Ryeowook.
“Ho Dong, jagalah Hyemin. Juga, jika Hyemin sadar nanti jangan kau ungkit-ungkit tentang diriku. Aku tidak ingin ia ingat padaku…” pesan Ryeowook. Ho Dong mengangguk. Ia mengerti sekali bagaimana perasaan Ryeowook saat ini. “Berhati-hatilah…”
Ryeowook mengangguk mantap lalu pergi meninggalkan Ho Dong sendiri di lorong rumah sakit yang sepi itu.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Minji berjalan mengendap melewati ruang aula keluarga yang tampaknya sedang ramai sekali. Ia menduga pasti Daddy dan Ommanya sedang menjamu tamu. Tetapi usahanya sia-sia karena Ommanya lebih dulu keluar di ikuti oleh Daddynya dibelakang. Omma tampak shock hampir saja melompat di tempat melihat Minji di depan pintu.
“OMONAAA, JAGIYAKU SAYAAANGGG !!!! KAU SUDAH SADAR EH ??” tanya Omma lalu memeluk Minji erat sekali sampai Minji terbatuk karena tidak bisa nafas. “Eh? Aku baik baik saja Omma…”
“Minji, setelah daddy pikir-pikir, kau sudah kurestui bersama dengan Kibum. Daddy percaya bahwa Kibum adalah orang yang tepat sekali untukmu, seperti kata Ommamu… asalkan kau bahagia, Daddy juga bahagia sayang…” kata Daddy Siwon lalu menarik Minji ke dalam pelukannya. Minji menitikkan air mata bahagia. Memang ini yang ia inginkan.
“Omma, Daddy. Gomawoyo, saranghaeyo…” katanya lalu mencium kedua pipi orang tuanya lalu ngeloyor pergi keluar. “Minjii, hati-hati yaa…” pesan Omma lalu menangis tersedu melihat Minji.
“Jagiya, anak kita sudah besar ya…” gumam Omma Jessica diikuti anggukan setuju Siwon.

..

Minji berjalan pelan menuju taman di belakang istana tepatnya di daerah perbukitan yang sejuk juga penuh dengan padang rumput yang indah. Ia dapat melihat punggung Kibum dari jauh. Ia berhenti untuk memandanginya baru ia kembali berjalan menghampiri Kibum.
Minji menutup mata Kibum dari belakang lalu tersenyum usil. Kibum menyentuh tangan Minji dan hanya bergumam tidak jelas.
“Ya~ sedang apa kau sendirian di sini, Oppa?” tanya Minji lalu membuka mata Kibum dan duduk di sebelahnya. Kibum memandangnya. “Ya~ jangan memandangku seperti itu. kau tidak senang bertemu aku lagi, eh?”
“Kau sudah sehat?”
“Mwo? Harusnya kan aku yang tanya gitu, Kibum~ah. Bagaimana keadaanmu? Kau merasa lebih baik?”
“Never Better…”
“Uuuh. Oh iya, aku baru saja mendapat persetujuan dari Omma dan Daddy. Mereka setuju dengan hubungan kita, Oppa. Uaaahh, dengan begitu kau dan aku tidak perlu bersembunyi-sembunyi yaa…”
“Benarkah?”
“Nee.”
“Hmmm…” gumam Kibum lalu merebahkan tubuhnya di atas permadani rumput yang begitu sejuk. Walaupun matahari cerah-cerahnya memancarkan sinar, tetapi hawa di sana tetap sejuk. Kibum jadi heran mengapa Minji tidak betah tinggal di sini.
“Kibum~ah, aku ingin sekali kembali ke Nadam High School dan kembali bersekolah lagi…”
“Wae?”
“Aku ingin menyelesaikan sekolahku sampai tamat lalu kita pergi ke perguruan tinggi dan kita lulus lalu kita menikah. Hooh, bahkan aku saja jika di dunia manusia baru kelas 11.”
“Kau ini…” kata Kibum lalu mengacak rambut Minji.
“Aku akan meminta pada Daddy dan Omma!” Kata Minji.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Wookie? Kau yakin akan benar-benar pergi?” tanya Omma penuh kecemasan. Belum pernah ia secemas ini sebelumnya. Daddy Siwon bahkan sudah melarang Ryeowook untuk pergi ke Hongbong, medan perang. Tetapi Ryeowook tetap memaksa dan meyakinkan orangtuanya bahwa ia akan baik-baik saja.
“Wookie, kau pasti ingin pergi ke sana karena seseorang…” Tebak Leeteuk. Ryeowook hanya mengisyaratkan sesuatu dan Leeteuk mengerti. Sebagai Hyung, ia juga kawatir jika Ryeowook sendirian yang bepergian. Maka dari itu Raja Siwon mengutus Kangin untuk ikut bersama Ryeowook. Ryeowook tidak bisa menolak.
Memang bukan Raja Siwon yang mengutus Ryeowook untuk perang, tetapi Dewa Lee lah yang menentukan. Maka, wajib bagi Ryeowook untuk mengikuti dan membawa nama Rubah Putih pada perang itu.
“Baiklah, jika itu memang keputusanmu. Daddy tidak bisa berbuat apa-apa, wookie. Tetapi, satu pesan Daddy, berhati-hatilah.” Ucap Daddy Siwon.
“Wookie sayaaang, Omma akan selalu berdoa untukmu… Love Love Yoouu…” seru Omma Jessica.
“Daddy, Omma… saranghae, terimakasih telah merawatku selama ini…”
“Hush! Kau ini bicara apa Wookie sayaang?” kata Omma Jessica memeluk Ryeowook.
“Teuki Hyung,” kata Ryeowook lalu memeluk Big Hyungnya. Leeteuk membisikkan sesuatu pada Ryeowook seperti petuah-petuah yang harus diperhatikan Ryeowook. “Nee Hyung, aku pasti jaga diri…” jawab Wookie.
“Yesungie Hyung,” lalu ia beralih pada Yesung. Yesung tidak berucap apapun. Kelakuan jahilnya juga tidak muncul. Ia tampak bangga pada Dongsaengnya. Selama ini Yesung giat sekali belajar dan berlatih agar dapat dipilih oleh Dewa Lee mewakili Klan Rubah Putih. Tetapi malah sebaliknya, Dewa Lee memilih Ryeowook. Tetapi Yesung cukup senang karena dongsaengnya bisa mewakili klannya.
“Wookie, kau jaga diri baik-baik ya. Aku akan merindukan untuk menjahilimu lagi…” kata Yesung sambil tersenyum lebar. Lalu Ryeowook memeluk Henry.
“Henry, mianhae jika Hyung punya salah padamu…”
“Ah, Hyung… jangan begitu, justru akulah yang selalu bersalah padamu, Hyung. Hyung, kau jaga diri ya. Jangan sampai memalukan klan kita! Hwaiting!!”
“Hwaiting!” seru Ryeowook. Lalu ia memeluk satu-satunya dongsaeng perempuan yang ia miliki.
“Oppa~ kau kan tidak harus pergi. Rasanya aneh sekali memanggilmu Oppa.” Kata Minji.
“Kau boleh memanggilku Wookie.”
“Ani, kurang ajar sekali kalau itu. Oppa~ Hwaiting! Berjuanglah demi Hyemin. Dia pasti akan bangga padamu, Oppa… saranghae Oppa…” kata Minji. Ryeowook mengangguk. “Hwaiting!”
Kali ini Kibum. Ryeowook merasa matanya mulai berkaca-kaca. Ia masih merasa sangat bersalah karena telah membuat dongsaengnya buta. Tetapi air mata itu ia tahan agar tidak keluar. Ia masih harus berjuang demi Hyemin.
“Kibum~ah. Mianhae…”
“Waeyo?”
“Aneyo. Jagalah Minji, dia sangat mencintaimu jangan kau buat hatinya terluka ya… itu saja pesanku…” kata Ryeowook. Kibum mengernyit tapi beberapa saat kemudian ia tersenyum pada calon Hyungnya. “Kau bisa percayakan aku…” kata Kibum.
Setelah selesai, Ryeowook melambai pada mereka dan mencangklongkan ranselnya. Kangin juga membungkuk pada semua orang yang ada di sana. Minji dan Omma Jessica menitikkan air matanya, terlebih Penasihat Yoochun yang sedari tadi tidak henti-hentinya menangis. Ia masih bingung dengan keputusan Ryeowook untuk pergi, padahal Hyemin sangat membutuhkannya. Tapi, Yoochun tetap menuruti permintaannya walaupun dengan berat hati.

..

“Haah, Wookie Hyung pergi… bagaimana ini, pasti makin sepi deh istana ini…” kata Henry.
“Kau kan bisa membantu Daddy memindahkan kuda-kuda kita ke kandang kuda yang baru kan?” sahut Daddy Siwon mulai sibuk lagi menjahit Boxer lainnya yang bergambar Teletubbies. Kibum geli sendiri melihat wajah Dipsy dan Lala yang nongol tepat pada bagian pantatnya.
“Daddy, sebenarnya aku ingin sekali meneruskan sekolahku di Seoul…” celetuk Minji yang membuat Leeteuk menoleh padanya. “Mwo? Kau ingin sekolah lagi? Haiss, apa yang kau senangi sih? Pelajarannya sangat membingungkan dan rumit sekali… Oppa sampai muntah-muntah belajar hingga larut malam…”
“Begini, hanya saja aku sudah berjanji pada Mendiang Appaku yang dulu kalau aku akan lulus SMA dan masuk perguruan tinggi. Pokoknya aku berjanji akan sekolah sampai tuntas, Daddy…”
“Hmm, begitu ya… Selama Kau bisa menjaga dirimu sendiri di dunia manusia, daddy rasa oke oke saja…” jawab Daddy tanpa sedikitpun melepas pandangannya pada Boxer yang sedang ia jahit. Minji tersenyum lalu melirik pada Kibum. Kibum juga tersenyum.
“Mwo? Wookie Hyung pergi, sekarang Minji juga pergi… siapa lagi yang akan pergi?” tanya Henry.
“Sebenarnya aku akan pergi juga. Aku ingin memperdalam ilmuku pada Dewa JYP di bawah gunung Himalaya. Hoosshh…” kata Yesung dengan tatapan kosong. Ia masih bertekad menjadi raja di Rubah Putih, tetapi ketika ia teringat Sang Eun, ia kembali dipusingkan oleh dilema cintanya.
“Aku juga. Aku dan Haerin memutuskan untuk tinggal di dunia manusia untuk beberapa hari ini. Sementara kami mengurus pernikahan kami… kau sendiri mau kemana Henhen?” tanya Leeteuk.
“HAIIS, semua orang tidak mempedulikanku rupanyaa… OMONA…” geram Henry.
“Oppa bisa ikut denganku. Mungkin bisa kerja part time di dunia manusia. Bagaimana?” tanya Minji. Mata Henry membuka lebar sekali. Dari sorot matanya, Minji tau sekali Oppanya ini sangat tertarik dengan tawarannya. Dan benar saja, Henry mengangguk senang.
“Aaah, senangnyaa…” gumam Henry.
Daddy Siwon berdeham. “Kalau memang di dunia manusia lebih bermanfaat bagimu, Daddy mengijinkannya. Tapi ingat pesan Daddy, kau jangan ceroboh di sana. Dan jagalah dongsaengmu baik-baik…” kata Daddy Siwon. Henry mengangguk mantap. Omma juga setuju dengan mereka.
“Kalau begitu kapan kita berangkat?” tanya Henry.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Esoknya, Minji, Kibum dan Henry pergi ke dunia manusia. Tetapi, Omma berjanji akan sering-sering menjenguk mereka di sana. Awalnya Raja Siwon masih tidak rela melepas mereka. Tetapi karena Ratu Jessica meyakinkan mereka, Siwon mulai dapat merelakannya pergi.
Mereka tiba di rumah Kibum. Kibum memutuskan untuk tinggal di rumahnya sendiri sementara Minji dan Henry tinggal di rumah lama Minji. Kyuhyun dan Haekyu yang tinggal di sebelah rumahnya sangat senang sekali karena rumah mereka jadi tidak sepi lagi. Terutama Kyuhyun yang mulai bisa merelakan cinta pertamanya, Minji, dan mulai belajar menerima Haekyu sebagai calon istrinya.
Kibum tinggal di rumahnya bersama Bibi Hwang yang sudah kembali ke Seoul. Dan Minji mulai bersekolah lagi bersama Kyuhyun dan Kibum. Sedangkan Haekyu yang ditinggal oleh Kyuhyun setiap hari selama ia sekolah bakal belajar dengan Bibi Hwang cara memasak dan menjahit baju.

..

Pagi itu seperti biasa sekolah sudah mulai masuk seperti biasa. Dan karena kebaikan kepala sekolah yang menerima Minji kembali ke sekolahnya dengan syarat mengikuti kelas percepatan agar tidak tertinggal dengan yang lain. Dan untungnya Minji bisa mengejar ketinggalannya.
Suasana di Nadam High School masih seperti dulu hanya saja catnya lebih baru dan ada yang kurang. Ia tidak melihat Hyemin juga Ryeowook yang selalu berduaan di koridor sekolah membicarakan sesuatu yang Minji tidak mengerti.
Juga kehadiran Leeteuk yang ternyata adalah Oppanya sendiri. Biasanya, setiap pagi Leeteuk pasti sudah datang dan langsung menemui Hankyung untuk membicarakan soal ramen. Hanya ramen. Tetapi yang ada sekarang Hankyung duduk sendirian menunggu Kibum datang.
“Kibum!” panggil Hankyung.
“Wooi,” balas Kibum lalu menghampiri Hankyung yang sedang duduk sendirian di kelasnya.
“Bagaimana liburanmu?” tanya Hankyung.
“Aku bahkan nyaris mati… kau sendiri?” tanya Kibum.
“Ooh, aku seperti biasa menikmati liburan musim semiku di Hongkong. Nyaris mati bagaimana maksutmu?”
“Ah tidak. Hanya aku mendapat kecelakaan kecil. Untungnya sudah tidak apa-apa…”
“Ah, kau membuatku kaget saja.” Kata Hankyung lalu memukul bahu Kibum pelan lalu mereka bercerita tentang game terbaru yang di bawa oleh Hankyung dan mereka berencana nge game di rumah Kibum sepulang sekolah nanti.

Minji berjalan semangat sekali menuju ke kelasnya. Di depan gerbang tadi ia sudah disambut oleh teman-temannya yang lama. Mereka berebut untuk bertanya kemana saja dirinya selama ini.dan Minji harus meminta bantuan satpam sekolah untuk membantunya keluar dari kerumunan anak-anak yang ribut itu.
Minji memasuki kelasnya. Lagi-lagi ia menemukan Kyuhyun sedang tertidur di sana. Kyuhyun tidak tau bahwa Minji akan kembali bersekolah dengannya. Minji mendekati Kyuhyun yang asik dengan tidur pulasnya.
“Ya~ Ya~ Kyuhyunnie…” panggil Minji sambil mengguncang tubuh Kyuhyun.
“Mmm? !@@#$%$%(&% … ???”
“Wae? Kau ini bicara apa sih?”
“~!@#$%^&*()(*&^%$# …”
“???”
“…”
“OMONA! BANGUN KYUU~ MAU SAMPAI KAPAN KAU TIDUR SEPERTI ITU?”
Kyuhyun langsung gelagapan mendengar teriakan Minji yang sebegitu kerasnya. Ia mengucek kedua matanya lalu melepas earphone yang menggantung di telinganya dan terbelalak melihat Minji yang sudah berkacak pinggang di depannya.
“Minji? Ada apa kau di sini?” tanya Kyuhyun bingung.
“Wae? Aku sekolah tentunya. Waeyo?”
“Err~ sekolah?”
“Iya doong. Untungnya aku lulus tes percepatan dan aku diterima lagi di sekolah ini. Huuaah, tadinya aku berharap tidak bertemu denganmu di kelasku. Ternyata aku menemukanmu tidur bagai kebo di sini. Pupus sudah harapanku. Aiisshh…” keluh Minji bercanda.
“Harusnya kau senang karena sekelas denganku lagi, eh? Aku ini kan pintar jadi kau bisa bertanya padaku lagi jika kau tidak mengerti dengan matematika… Hoho.”
“You wish! Sekarang aku sudah pintar Kyu. Sengaja kupersiapkan seminggu ini untuk belajar super cepat agar dapat lolos tes ini. Kau tau soalnya susah sekali. Nyaris sekali aku tidak lulus…”
“Ah, kau saja yang bodoh…” ledek Kyuhyun lalu memasang lagi earphonenya.
“Enak saja kau bilang aku bodoh! Walaupun aku bodoh, aku adalah cewek yang dapat dibanggakan, Kyu!” bela Minji. Kyuhyun bergidik ngeri. “Apanya yang bisa dibanggakan? Menjaga diri saja tidak bisa…”
“Mwo? Apa maksutmu, eh?”
“Kau ini… ya~ dengarkan kata Oppamu ini ya, Minji… kau ini harus bisa menjaga dirimu sendiri dan tidak mengandalkan Kibum. Kau tau kan dunia manusia sangat keras…”
“YAAAAAAA~ KAU MENGUTIP KATA-KATA LEETEUK OPPA!”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: