Kerajaan Rubah Putih & Musang Lancip part 9

Paginya, mereka semua berkemas-kemas karena sorenya mereka akan kembali ke Seoul. Minji masuk ke kamar Hyemin. “Annyeong…”
“Eh, Minji… annyeong. Kau sudah membereskan semua pakaianmu?” tanya Hyemin.
“sudah. Aku malah ingin membantumu…” kata Minji.
“gak usah. Ini juga mau selesai kok,,” kata Hyemin lalu tersenyum. Minji mengangguk lalu melihat kesekeliling ruangan kamar Hyemin. Dan ia terheran-heran dengan cincin emas putih yang melingkar di jari manis Hyemin.
“Ya~ aku baru lihat kau pakai cincin itu.” Gumam Minji.
Hyemin menoleh dan melirik cincinnya kemudian tersenyum penuh keceriaan. “Minji, kau tau…? Aku dan Ryeowook sudah tunangan.” Katanya. Minji menutup mulutnya.
“MWOO???? Jongmal?????? Hhhhoooohhh, Hye sshi pantas saja aku melihatmu kisseu dengannya di taman kemarin…” kata Minji. Hyemin jadi salah tingkah. “Aah, kau ada disitu rupanya.”
“lalu bagaimana dengan sekolahmu???”
“Aku akan menikah setelah lulus . tenang saja, Minji …” kata Hyemin. Minji tersenyum bangga pada Hyemin. Belum lulus sudah tunangan dengan Ryeowook.
“Minji~a…” panggil Leeteuk dari balik pintu.
“Waeyo?”
“ingin bicara sesuatu padamu. Hye sshi, kupinjam sebentar ya…”
“Ara ara…” kata Hyemin.

..
“Aku ingin kau menemui orang tua kita.” Ucap Leeteuk tanpa basa-basi.
“WAEE?!?!? Secepat itukaahh? Aku bahkan belum siap, Oppa.” Kata Minji. “dengar Rinnie, kita ini berbeda dengan manusia. Kau tidak boleh terus-terusan berada di dunia manusia.”
“Ppuuh. Lalu bagaimana dengan Kibum? Aku mencintainya Oppa.” Kata Minji yakin. “Kau bahkan tidak boleh menjalin hubungan dengan manusia. Ingat Minji, kau bukan manusia.”
“Nee. Araseo…”
“Kapan baiknya aku menemui mereka, Oppa?” tanya Minji.
“Minggu depan jika kau tidak keberatan.”
“Lalu? Aku akan tetap tinggal di Seoul kan?” tanya Minji.
“Andweyo. Kau akan tinggal di istana.” Kata Leeteuk. “Aaah, bagaimana dengan sekolahku?” Minji menggaruk-garuk kepalanya. “Di sana ada sekolah yang pantas dengan kita. Percayalah pada Oppa.”
Minji tersenyum lalu mengangguk pelan. “Oke, persiapkan… minggu depan kita berangkat, tapi aku akan bilang pada semuanya bahwa kau akan kembali ke california…”
“Ara… aku akan mempersiapkan segalanya…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Namsan tower, Oktober 2009

“Kibum~ah. Lihatlah bintang itu…” kata Minji lalu menunjuk bintang di ufuk timur. Kibum memperhatikan dengan seksama. “Yee. Waeyo?” tanya Kibum.
“Kira-kira bintang itu akan berubah tidak ya?” tanya Minji lalu menerawang jauh. Kibum mengernyit. “Kau akan melihatnnya di situ. Dia tidak akan kemana-mana.”
“Kibum~ah, itu bintangku…” kata Minji lalu mendekat pada Kibum.
“Dia tidak akan kemana-mana kan?” tanya Minji pada Kibum. Kibum semakin heran ia lalu memandang Minji lekat-lekat. “Apa maksudmu?” tanya Kibum yang bingung. Minji mengambil nafas sejenak.
“Kibum~ah. Lusa aku akan kembali ke California.” Kata Minji lalu menunduk dalam-dalam. Kibum terdiam. Ia tidak memandang Minji sedikitpun ia malah menjauh dan memandang bintang itu.
“Oppa~a…”
“California?? Apa sejauh itu???” tanya Kibum nyaris berteriak. Minji mengeluarkan airmata yang sedari tadi ia tahan. Ia menangis sejadi jadinya. Ia tidak peduli dengan apapun saat ini. Ia hanya tidak ingin berpisah dengan Kibum.
“Kibum~ah,”
“Berjanjilah satu hal padaku bahwa kau akan kembali. Minji, saranghaeyo.” Kibum lalu menarik Minji kedalam pelukannya. Minji menangis di pelukan Kibum. Minji juga dapat merasakan air mata Kibum yang menetes. Minji mempererat pelukannya.
“Aku janji aku akan kembali,”
Kibum melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Minji agar ia dapat melihatnya. Lalu Kibum mendekatkan wajahnya dan mencium Minji.
Lama hingga air mata mereka mengering barulah Kibum melepaskan Minji. Minji duduk di bangku yang ada di situ. Begitupula Kibum yang juga masih lesu. Mereka diam selama beberapa menit. Barulah Kibum mengangkat mulut. “Minji, Would you Marry me?” tanya Kibum tiba-tiba.
Minji langsung mengangkat kepalanya. “wae?”
“Would you marry me?” tanya Kibum. Minji terdiam tapi kemudian ia tersenyum penuh arti. “I do.”
Kibum tersenyum lalu mengambil rumput kering di sebelahnya dan melingkarkannya di jari manis Minji. Minji lagu-lagi hanya tersenyum. “Mianhe..” sahut Kibum.
“Chonmaneyo. Bagiku cincin ini adalah cincin yang paling indah di dunia.” Minji menitikkan air matanya. Kibum mengeluarkan Ipodnya dan memutarkan lagu Liu Xing Yu nya F4. mereka berdua mendengarkan lagu itu bersama-sama seraya saling bergenggaman tangan.
Minji dan Kibum menangis bersama. Entah menangis terharuh atau sedih semua bercampur aduk. Mereka mendalami arti lagu itu baik-baik. Dan di akhir lagu Minji bergumam, “Aku sangat-sangat mencintaimu, Kibum…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Bandara 9:00 pagi…
Minji sudah duduk dengan Leeteuk yang saat itu menyamar jadi Omma Minji agar semua tidak curiga. Mereka duduk menunggu yang lainnya. Sesekali Minji melirik jam tangan pink pemberian Kibum.
“Omona, lama sekali sih mereka…” gumam Leeteuk yang suaranya sudah menjadi ibu-ibu.
“Mungkin macet. Apa kita langsung saja? Tidak usah menunggu mereka…” kata Minji. Leeteuk menggeleng. “Andwee~ kau harus bertemu Kibum dulu.” Sentak Leeteuk lalu berdiri. Mereka akhirnya menunggu selama 10 menit dan akhirnya Leeteuk berdiri di depan Minji.
“Oppa rasa memang kita tidak harus menunggu mereka. Ayo, kita pergi…” ajak Leeteuk lalu merangkul Minji berjalan ke arah boarding room. “Gwenchanayo…” hibur Leeteuk.
Minji mengangguk lalu menatap cincin yang diberikan Kibum kemarin lalu. Dan ia berjalan di samping Leeteuk sambil menggeret kopernya. Waktu sudah menunjuk pukul 10:30. Minji melengos lalu mengeluh.
“So Min Ji … !!!”
“Hyemin?” gumam Minji. Minji menoleh dan mendapati mereka semua sudah ada di belakangnya sambil berlarian.
“Untung kau belum pergi…” seru Hyemin lalu memeluk Minji dan menangis.
“Aku akan merindukanmu, Minji… kau jangan lupa sering-seringlah menelponku.” Kata Hyemin. Minji mengangguk. “Araseo. Aku akan menelponmu tiap hari…”
“Oh iya, terimalah ini…” Hyemin menyerahkan sesuatu. “Bukanya nanti saja ya…” lanjut Hyemin.
“Kamsahamnida.”
Kali ini giliran Wookie. Ia mendekat pada Minji dan berkata sesuatu yang tidak dapat didengar oleh orang-orang.
“Kita akan bertemu lagi kan? Aku akan menyusul beberapa hari lagi… jaga diri ya, dongsaeng…” bisik Ryeowook lalu mencolek hidung Minji. “Oke, Oppa…” seru Minji riang.
Kyuhyun maju dan langsung memeluk Minji. “Kau. Baru saja kau datang sudah ingin kembali lagi… kalau begitu untuk apa kau ke Korea hah??” kata Kyuhyun sedikit kesal pada Minji.
“Aah, Hyung… Mianhe…” kata Minji lalu mengeratkan pelukannya. “Aku benar-benar akan merindukanmu, Minji~a. cepatlah kembali ke Korea ya…” pesan Kyuhyun. Minji mengangguk. “Aku janji aku akan kembali dan kita akan bertetangga seperti dulu.”
“Baiklah. Kupegang janjimu.” Kata Kyuhyun lalu mundur.
“Minji, kalau kau kembali ke Korea, akan kubuatkan Ramen spesial…” kata Hankyung dari belakang.
Akhirnya Kibum maju dan memluk Minji. Ia tidak berkata apa-apa. Baginya ini terlalu cepat. Minji menangis dipelukan Kibum. Hyemin melirik Ryeowook dan Ryeowook merangkul Hyemin. “gwaenchanayo…” gumamnya.
Kibum merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah. “ini apa?” Minji menerima kotak itu dengan terheran-heran. “Itu untuk menggantikan cincin alang-alang yang kuberikan kemarin…”
“Wae?” Minji membuka kotak itu dan melihat sebuah cincin berlian yang indah bertengger manis. Minji terkagum-kagum. Kyuhyun tersenyum pahit. “Yeppoyo…”
“Aku akan menantimu.” Kata Kibum pada Minji. Minji mengangguk. “Aku akan kembali…” kata Minji lalu menyimpan cincin itu di dalam saku bajunya lalu berbalik dan menggeret kopernya.
“Daa semua…” Minji melambaikan tanganya dan berbalik. Airmatanya sudah tidak dapat terbendung lagi. Tangisnya pecah. Leeteuk yang menyamar sebagai Ommanya hanya dapat merangkul dongsaengnya dengan sayang.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Raja Siwon menggeleng perlahan. “Berapa lama lagi si Leeteuk itu akan datang dengan membawa putri kita itu jagiya?” tanya Siwon.
“Kita tunggu saja. Aku juga sudah tidak sabar ingin melihatnya, Jagiya…”
“Mereka meninggalkan Wookie Hyung sendiri di dunia manusia?” tanya Henry.
“Wookie bisa jaga dirinya sendiri, henry…” kata yesung yang sejak tadi ribut dengan jubah barunya.
“Kau tidak menyuruh Wookie kita pulang, Jagiya??” tanya Omma Jessica. Daddy Siwon menggeleng. “Ku kira ia bisa pulang sendiri nanti…” kata Siwon.
Beberapa menit kemudian Leeteuk datang. Ia tidak langsung masuk melainkan berdiam diri di pintu itu. Omma Jessica langsung histeris menyambutnya.
“Jagiyaa… dimana Seongrin?? Omma benar-benar ingin melihatnya, Jagiyaa…”
“Masih di tangani oleh dayang-dayang agar menjadi secantik Omma…” kata Leeteuk agak merayu.
“Kau jangan coba-coba mengambil porsi Daddy ya, Leeteuk…” kata Siwon dari belakang Omma Jessica. Leeteuk hanya meringis lalu menghampiri dongsaeng-dongsaengnya di sofa empuk.

Beberapa saat setelah mereka menunggu sejenak, dayang-dayang masuk dengan dipimpin oleh Kangin, pengawal setia kerajaan Rubah Putih. “Yang Mulia…”
“Annyeong Haseyo…” sapa Minji sambil menundukkan kepalanya dan membungkuk 90 derajat. Omma Jessica terperangah. “Waeyo? Ini kan gadis yang pernah kau ajak ke sini itu kan, Teukie?” tanya Omma.
“Yee, sebenarnya gadis itu adalah Seongrin Omma.”
“Jinchaa??” pekik Omma Jessica. Leeteuk mengangguk. “Yee…”
“HOH?!?!?” Omma Jessica langsung nyaris pingsan tapi untung Yesung sigap dan langsung menangkap.
“Jagiyaa… Anak kita… Aku syoookk jagiyaa…” kata Jessica lalu berdiri dan melompat memeluk anak perempuan yang selama ini sangat ia dambakan kehadirannya. “Seongrin sayaaangg.. Omma merindukanmuu….”
Minji membalas pelukan Ommanya dengan canggung. “Ah, Omma. Aku bahkan tidak menyangka bisa bertemu denganmu…” kata Minji.
Siwon mendekat dan juga ikut-ikutan memeluk Minji. “Senang sekali bertemu denganmu setelah 17 tahun terpisah darimu, Nak…”
“Appa…”
“Ehm, panggil Daddy, Nak…” kata Siwon. Minji cukup terkejut nyaris tertawa. “Daddy…”
“Hah, kau lagi. Aku benar-benar tidak menyangka kau adalah adikku yang lama sekali menghilang. Tapi aku benar-benar masih kesal padamu…” kata Yesung cemberut.
Leeteuk menjitak kepalanya. “Heh, lupakan saja. Sekarang dia dongsaengmu. Kau nggak kangen padanya, eh??”
“Lain kali akan ku ganti coklatmu.” Kata Minji lalu tertawa geli.
“Aaaahh, akhirnya aku bisa memanggil seseorang dengan sebutan dongsaeng.. Dongsaeenng…” Seru Henry lalu memeluk Minji tanpa sungkan-sungkan dan mengajaknya berputar-putar.
“Henry, hentikan. Kau membuat kepala Daddy pening…”

“Jagiya… kau jangan sungkan-sungkan ya. Sekarang kau adalah princess di kerajaan ini. Pemilik istana ini juga. Kalau kau perlu sesuatu kau bisa minta Omma atau Daddy.” Kata Omma lalu merangkul anaknya.
“Nee Omma.”
“Omma antar kau ke kamar ya…” kata Omma dan Minji mengangguk.
..
“Selama ini kerajaan ini selalu mendambakan seorang princess setelah Omma melahirkan 4 Oppamu itu. Tetapi, Daddymu terkena kutukan oleh Dewa Lee karena memperebutkan bumi timur dengan Kerajaan Musang Lancip dan akhirnya Kedua raja itu mendapat kutukan.”
“wae?” tanya Minji ingin Ommanya meneruskan ceritanya.
“Iya, ketika anak selanjutnya lahir ia akan dikutuk menjadi manusia sampai ia berusia 17 tahun. Dan, untungnya kau kembali, Jagiya. Omma sangat senang sekali… selama ini kamu lah yang ditunggu-tunggu kerajaan ini.” Kata Omma Jessica.
“Jincha? Lalu sebenarnya siapa Ommaku yang di dunia manusia itu?”
“Itu adalah utusan Omma yang sangat Omma percaya. Tetapi, rupanya ia sudah direkrut kerajaan lain.”
Minji mengangguk. Omma membalikkan badannya.
“See, gaun ini pasti akan sangat cocok untukmu…” kata Omma lalu mengeluarkan gaun dari lemari Minji. “Sejak kapan gaun itu ada di situ?” tanya Minji.
“Gaun ini sudah dipersiapkan sejak dulu. Ayo, pakailah… Omma ingin lihat.”
Minji meraih gaun itu dan memakainya di balik lemari dan begitu muncul, wuooohh… benar-benar bagai Princess. Omma Jessica saja sampai terperangah. “Omaigoott… yeppoyo. Kau sangat pantas mengenakannya.”
Minji bergerak menuju depan kaca dan melihat sosok cantik sedang memakai gaun silver dengan bordiran renda dimana-mana dan tampak begitu elegan. Ia bergumam, “ternyata dunia seperti ini memang ada…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Seongrin~ah… ayo kemarilah…” ajak Henry yang sedang menunggang kuda putih miliknya. Seongrin memicingkan mata dan segera menghampiri Oppanya yang gagah duduk di atas punggung kuda.
“Kau mau jalan2?” tanya Henry. “Nee.”
Henry turun dari kudanya dan membungkukkan badannya mempersilakan Seongrin untuk naik. Henry mengulurkan tangan membantu Seongrin. “Hwaa… apa ini tidak terlalu berbahaya, Oppa?” tanya Seongrin buru-buru karena sang kuda mengamuk.
“Dia sudah jinak.” Sahut Henry sambil meringis.
Mereka berdua akhirnya berjalan-jalan di sekitar istana. Henry memakai Kuda Daddynya. “Kau bisa berkuda kan?” tanya Henry. “Bisa, dikit-dikit… hehe”
Henry mengendalikan kudanya agar dapat berjalan di samping dongsaengnya.
“Kuda yang kau tunggangi itu namanya Fast. Dan yang kutunggangi ini namanya Choi.”
“Choi? Terdengar seperti nama daddy…”
“Memang. Daddy itu sangat mengangungkan kuda. Dia selalu meminum susu kuda setiap pagi dan sore, kau tau… dan, yang paling menjengkelkan adalah ketika Daddy memintaku untuk membantunya memerah susu kuda…” cerita Henry. Seongrin tertawa.
Mereka menyusuri desa-desa penduduk dan mereka bertemu dengan seorang gadis dengan gaun berwarna merah. Ia bukan anak raja. Ia hanya anak petani desa yang setiap hari membantu Appanya mengantarkan buah-buahan segar untuk Istana Rubah Putih.
“Annyeong Haseyo, Tuan Muda Henry…” sapa gadis itu.
“Hae Rin sshi …”
“Tumben Hyungku tidak ke sini…”
Lee Haerin tersipu malu. “Iyaaa, sudah lama dia tidak ke sini.” Kata Haerin.
“Oh iya, ini Seongrin. Kau masih ingat?” tanya Henry. Haerin langsung melakukan korean bownya.
“Aa, tidak usah begitu Hae. Ehehehee…”
“Sudah lama sejak Nona dikutuk oleh Dewa Lee dan akhirnya kembali ke istana dengan selamat…” kata Haerin.
Henry buru-buru membisikkan sesuatu pada Seongrin. “HHOOOHHH ?!?!?!” pekik Seongrin. Ekspresinya berubah menjadi orang bodoh.
“Kau pacarnya Leeteuk Oppa ??” tanya Seongrin ingin memastikan. Buru-buru Henry membekap mulut Seongrin. “Kau tidak bisa bilang yang itu keras-keras. Nanti jika Daddy tau, Ah aku tidak tau bagaimana nasib mereka selanjutnya…” kata Henry.
“Henry sshi, sampaikan salamku untuk Leeteuk Oppa ya…” kata Haerin lalu melambai dan pergi masuk ke jalan kecil di tengah rumah-rumah penduduk.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kerajaan Musang Lancip…
“APPA! POKOKNYA AKU AKAN IKUT KE DUNIA MANUSIA !!” seru Haekyu di ruang keluarga.
“ANDWEE~ kau ini keras kepala sekali sih?”
“Ayo Minnie kita berangkat…”
“Haekyu Onnie, aku titip lipgloss yaachh.. jangan lupa rasa cherry deehh.. yaa…” Heechul masih merengek. Tiffany memukul kepala Heechul. “Ya~ jangan memanggil Nunamu dengan Unnie!”
“Haiiss… jangan memukul anak orang sembarangan doong, Tiff…” tempeleng Taeyeon.
“Adoohh…”
“Hee, sudah sudah…” sahut Eunhyuk lalu membenarkan mahkotanya yang miring. Ia kemudian berdiri sambil mengelus jambangnya. “Baik baik. Ya sudah, kau boleh pergi ke dunia manusia jika Dewa Chang sudah berhasil menemukan mantra tolaknya.”
“Ah, kalo nunggu itu sih seabad lagi juga nga bakal ketemu Appa…”
“Kau kan harus menjalankan tugas kerajaan!”
“Kan ada anak-anak Appa yang lain sih.”
Tiffany mengelus rambut pendek Haekyu. “Sudahlah, Appamu memang seperti itu, jagiya~”
“HUH, APPA PELIIITT !!”
“Iya ah, Appa pelitnya kelewatan banget. Kemarin aku pinjem kolor aja gak boleh sama Appa.” Keluh Donghae. Zhoumi juga mengangguk. Sungmin juga. Eunhyuk menghentakkan tongkatnya tetapi setelah itu ia hanya menggigit bibir bawahnya.
“Kau juga tidak mau membelikan aku perhiasan, Jagiya. Kau bahkan tidak memberiku uang bulanan… padahal, uangmu kan banyak sekali Jagiya…” keluh Taeyeon.
“Kau saja tidak diberi, bagaimana aku??” tanya Tiffany.
“Tau begini lebih baik aku dulu menikah dengan Kangta atau Siwon.”
“MWO?!” pekik Eunhyuk.
“Iya, chingu. Aku juga menyesal memutuskan Siwon dahulu. Beruntung sekali Jessica itu.” Kata Tiffany.
“Ya~ kalian sengaja beramai-ramai lalu menjudge ku seperti itu ya? Hh… ku tegaskan istri-istriku, Siwon tidak ada apa-apanya dibandingkan denganku…”
“Wae? Appa bahkan ga punya otot kan? Masa kalah denganku?” sindir Haekyu. Eun lalu mengamuk dan membanting mahkota yang dipesan langsung dari Pandai emas di Negri gajah hijau.
“SHINDOONGG!!!” panggil Eun murka.
“Iya, yang mul ??? Yang Mul memanggil saya?”
“IYALAAHH!! Cepat panggil Dewa Onew ke sini sekarang jugaaa!!!”
“Dewa Onew? Dewa pembela keadilan, Yang Mul ?” tanya Pengawal Shindong.
“Bukaann.. Dewa kebenaran itu loh. Siapa itu??”
“Oh, Dewa Hongki yang mul ? Akan segera saya panggilkan, Yang Mul…”

BEBERAPA DETIK KEMUDIAN,

“SIAPA YANG MENGGANGGU TIDUR SIANG KU ???” geram Dewa Hongki. Eun maju. “Aku…”
Hongki menatap Eun sejenak lalu memejamkan matanya. “Kau lagi. Ada apa?”
“Aku ingin kau mengungkapkan kebenaran 25 tahun yang lalu..”
Taeyeon berbisik pada Tiffany, “Kebenaran apa lagi sihh?” Dewa Hongki lalu mengitari Raja Eun sambil memicingkan matanya. Haekyu terkikik di balik tubuh Omma-Ommanya. Dewa Hongki menggeleng. Rupanya ia benar-benar tidak bisa melakukannya.
“Mianhe, aku sudah lupa…”
GEZZ
“Bagaimana bisa??” terkam Eun. “Dewa juga bisa lupa tau. Berhentilah menodongku seperti itu. Akan kupanggilkan anak didikku yang baru. Dewa Taemin!”
“Ahahahaa… Eh, Sunbae manggil akyu?” Dewa Taemin tiba-tiba muncul dari belakang Dewa Hongki. “Nee~ tolong bantu Raja Eun. Rasanya aku sudah mulai pikun. Aku harus menemui Dewa Lee untuk minta waktu berlibur… aku banyak sekali pikiran. Jadi, tolong ya Tae…”
“YEE SUNBAE~”
Dewa Hongki menghilang dan Taemin mulai hyperaktif. Eun hanya dapat menganga. Sedangkan kedua istrinya terkikik di belakangnya. Bahkan Sungmin dan Haekyu sampai terpingkal-pingkal karena kebodohan Dewa itu.
“Kau benar-benar dewa kan?” tanya Eun. Taemin mengangguk. “aku dewa kebenaran.”
“Kalau begitu ungkapkan kebenaranku 25 tahun yang lalu…” pinta Eun lalu berjongkok dan memungut mahkotanya dan memakainya.
“Mmm…”
..
“Mmm…”
Taemin mengangguk lalu melakukan sebuah tarian dewa dengan menggeliat-geliatkan badannya dan terakhir ia menepuk tangannya dan ruangan langsung dipenuhi dengan kabut putih yang membuat semuanya terbatuk.
“Jagiya? Gwaenchana??” tanya Tiffany pada suaminya.
“I’m okay beeyyb…”
Haekyu menggunakan kekuatan sihirnya untuk menghilangkan kabut-kabut itu. dan, mereka semua terkaget-kaget ketika Raja Eun telah berubah bentuk dan rupa menjadi Kangta.
“Kangta….” Gumam Tiffany.
“Sebenarnya aku adalah Kangta, istri-istriku… Aku menyamar karena aku iri dengan Kembaranku, Siwon.” Ungkap Eun yang telah berubah menjadi Kangta.
“kau benar-benar Kangta? Mantan kekasihku dulu itu?” tanya Taeyeon masih tidak percaya. Heechul lebih kaget lagi. “HHOOOAAHH?? KANGTA SUNBAENIM… annyeong haseyo boleh aku minta tanda tanganmu? Aku adalah fans beratmu…”
PLETAKKK
“Sopan sedikit! Biar bagaimanapun, aku ini Appamu!!” kata Kangta. Heechul hanya meringis kesakitan. Zhoumi juga sampai ngeces melihat Appanya berubah menjadi Kangta.
“Sekarang, apakah kalian menyesal telah menikah denganku eh??” tanya Eun dalam wujud Kangta.
Taeyeon menggeleng. Haekyu berdiri. “Appa, kalau begitu kau memperbolehkan aku pergi kan??? Iya kaann ???”
“Ya sudah, Da semua… ayo Minnie Dongie..”
CLIINGG… Eun yang baru mau membuka mulut hanya bisa menggeleng lalu duduk.
“Kau tampak lebih tampan seperti ini, Jagiyaa…” sahut kedua istrinya.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Di Seoul saat itu sudah memasuki bulan February dan memasuki musim semi…

“Aaahh… dunia ini sepi sekali yaa, Oppa…” keluh Hyemin pada Kibum. Mereka berdua sedang duduk-duduk di sebuah padang rumput di dekat sekolah. Angin musim semi berhembus membuat rambut keduanya berkibar. Kibum menghela nafas lalu merebahkan tubuhnya diatas rerumputan.
“Benar. Sepi sekali.”
“Sejak Ryeowook pergi untuk kembali ke China, ia tidak pernah sekalipun menelponku. Apa Minji pernah menelponmu?” tanya Hyemin. Kibum menggeleng.
“Tidak. Tapi kami saling percaya. Hhhh… padahal, aku ingin sekali melewatkan musim semi ini bersama dia.”
“YA~” Panggil Kyuhyun dari kejauhan.
“Kyuhyun sshi~” pekik Hyemin. Kyuhyun berjalan menghampiri keduanya dan duduk di dekat mereka.
“Kyuhyunnie, kau su~”

“AAAAAAAAAAAAAAARRRGGGGGGGGHHHH…….!!!” Pekik seseorang. Orang itu terguling di padang rumput. Ia jatuh dari dataran bagian atas dan mengguling-guling seperti guling. Seseorang lagi hanya tertawa terbahak. Ia yang mendorong cewek berpotongan rambut pendek tadi hingga jatuh.
Satu cowok lagi hanya melihat kelakuan kedua sambil geleng-geleng. Kyuhyun, Kibum, dan Hyemin memerhatikan ketiganya. Cewek yang tadi terjatuh itu bangun dan melambai pada mereka.
“HAAIII…”
“Eh?”
Cewek itu kelihatannya tomboy sekali karena dandanannya seperti cowok. Malah, Kyuhyun mengira dia itu cowok. Ia menghampiri ketiganya dan mulai sok akrab.
“Hai, aku Haekyu. Dan kau lihat 2 bocah itu? mereka itu dongsaeng-dongsaengku. Yang rambutnya sedikit pirang namanya Minnie. Dan yang satunya Dongie. Kami sebetulnya tersesat karena kami bukan orang sini. Kalian bisa membantu??” tanya Haekyu lancar tanpa berhenti.
Hyemin ternganga. Kyuhyun juga. Kibum mengalihkan mukanya.
“Nee~ boleh. Memangnya kau ini tinggal dimana?” tanya Hyemin ramah. Haekyu terlihat bingung.
“Sebenarnya aku juga tidak tau tinggal dimana. Karena kami baru saja datang ke sini. Bolehkah kami menginap disalah satu rumah kalian ???” tanya Haekyu tanpa basa-basi. Hyemin melirik Oppanya.
“Err~ kalo yang itu kami tidak tahu. Karena rumah kami juga kecil. Mm bagaimana jika di rumahmu, Kyu?” tanya Hyemin. Kyu menggeleng. “Bagaimana bisa?”
“Aaah, sudahlah.. yayaya…” sahut Hyemin lalu tersenyum. Kyu Cuma melengos.
“ASYIIIKK… DONGSAAEEENNNGG!!! KITA SUDAH DAPAT TEMPAT BERMALAM!!”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Kerajaan Rubah Putih…
Makan malam bersama di ruang makan yang besar. Dan tersaji berbagai jenis makanan. Semuanya makan dengan lahap. Ratu Jessica hanya tertawa pelan melihat kelima anaknya lengkap sedang duduk di meja makan.
“Omma iih, ngapain senyam senyum gitu?” celetuk Yesung, anak Raja Siwon yang paling bandel.
“Kau tidak boleh bicara seperti itu pada Ommamu.” Sahut Daddy Siwon.
“Memangnya kenapa sih, Jagiya? Apa yang membuatmu senang seperti itu hingga senyam senyum…” lanjut Daddy Siwon. Yesung mencibir.
“Aa, Omma hanya senang melihat anak-anak Omma lengkap. Selama ini kan kita hanya duduk berenam di sini.” Kata Omma. “Aku juga senang kok bisa bersama-sama dengan kalian. Tapi, jujur aku masih canggung dengan situasi ini…” ungkap Minji.
“Lama-lama juga terbiasa, dongsaeng.”
“Ah, Teuki Hyung selalu bersikap sok dewasa…” ucap Yesung.
Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya, mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang-bincang. Mereka duduk di tempat masing-masing kecuali Omma Jessica yang lebih memilih duduk di dekat Minji. Daddy Siwon berdeham. Sekali.. dua kali.. Hening.
“Ada yang ingin kau katakan, Teuki?” tanya Siwon terdengar sangat bijaksana.
“Nee~ ini tentang rencana Daddy yang menjodohkan aku dengan wanita pilihan Omma dan Daddy. Sejujurnya aku benar-benar keberatan dengan ini.”
“Tapi ini princess dari kerajaan Macan Tutul, Jagiya. Omma dan Daddy udah liat kok… dia wanita yang anggun dan penuh tanggung jawab. Kalau kau menikah dengannya, kau bisa menjadi Raja menggantikan Daddymu…”
“Tapi… aku sudah punya calon lain, Omma.” Kata Leeteuk takut-takut.
“CALON LAIN ?!?!” Omma dan Daddy bersamaan.
Henry hanya terkikik dengan polosnya. “HIHIHI…”
“Iya. Calon lain. Dia baik hati. Hatinya seputih kapas…”
“Bawa kemari! Daddy ingin lihat seperti apa calonmu. Besok jam 8 pagi… jangan telat…” kata Daddy. Leeteuk mengangguk lalu memberikan korean bownya pada sang Daddy. Lalu para dayang masuk untuk membawakan teh hangat. “Ahh, Xie xie…”
“Bagaimana denganmu, Yesungie ?” tanya Omma ramah, lalu menggulung-gulung rambut blonde barunya.
“Wae? Ah, bisnisku sukses Omma. HWAITING!!” soraknya bersemangat sekali.
“Hwaiting hwaiting…” gumam Daddy Siwon.
“Ah, bagus-bagus. Itu baru anak kebanggaan Omma Jessi. Lalu bagaimana denganmu Wookie?”
Ryeowook berdeham. “Sebenarnya aku… aku ingin menikah juga Omma.”
“HWAAT? Haiisss… usiamu masih terlalu belia, wookie sayang. Dan lagi pula Hyungmu juga belum menikah. Ingat! Tradisi keluarga kita ya. Kita harus mendahulukan yang tua. Tapi, Omma yakin kau akan menikah… ^^”
“Ehm. Kau mencuri kalimatku Jagiya,” sahut Daddy Siwon. “Oooopsyyy… Mian, jagiyaku sayaang…” ujar Omma Jessi genit. Henry Cuma geleng-geleng sedang anak-anaknya yang lain terkikik.
“Ah, Daddy Omma… kalau aku~”
“Sebentar Henry. Kau ini langsung nyerocos saja… ckckck… ya sudah lanjutkan…”
“Ehehe, iya aku tidak menemukan kejadian seru hari ini. Seperti biasanya dan akan seperti ini terus.”
Yesung melengos lalu menggeleng. “Kau pasti kesepian tak ada aku ya? Maaf ya dongsaeng tapi aku sudah dewasa sekarang. Bukan waktunya untuk main-main lagi.” Katanya.
“Waeyo. Aku juga lebih baik tanpamu. Mmuuououou.. Tapi tadi aku berjalan-jalan dengan Seongrin dan itu sangat menyenangkan. Ehehe…” ucapnya penuh kepolosan.
“Kau sudah selesai bercerita?” tanya Daddy. Henry mengangguk. “Baiklah, besok kau bantu Daddy membersihkan sepatu kuda ya. Kau! Jangan coba-coba kabur. Daddy akan tau jika kau kabur. Ah, kalau kau Seongrin? Ada yang ingin kau ceritakan??” tanya Daddy Siwon menatap ramah pada Seongrin.
“Oh-eh… Apa ya? Sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan dan ku tanyakan pada Daddy? Dan Omma… boleh nggak???” tanya Seongrin. Daddy tersenyum. “Ya boleeehh dong Jagiyaaaa…” sahut Omma Jessi mendahului Siwon lagi. “Ah-eh sebenarnya aku lebih suka dengan nama Minji. Jadi, bolehkah aku tetap memakai nama Minji bukan Seongrin?” tanya Minji.
Siwon tampak berpikir. “Kenapa bisa seperti itu?”
“Ya, karena aku dibesarkan dengan nama itu. jadi aneh sekali jika mendengar namaku berubah menjadi Seongrin. Bagaimana? Tapi it’s oke jika nama Jung itu tetap ada. Aku hanya ingin mengganti nama ku saja.” Kata Minji cepat. Daddy Siwon sampai memegang kepalanya.
“Anak ini pasti meniru Omma deh… ckkckckc ngomongnya cepet banget.” Gumam Yesung. Di setujui oleh Leeteuk dan Siwon.
“Eh, begini Jagiyaa~ sebenarnya tidak bisa. Tapi, jika kau benar-benar menginginkan namamu diganti menjadi Minji sebenarnya bisa… Ya kan Daddy?” tanya Jessica. Siwon diam.
Karena tak ingin menolak permintaan anak yang selama ini di dambakan oleh Kerajaan Rubah Putih ini, Daddy Siwon menyetujui permintaannya. Dan, seluruh warga kerajaan Rubah Putih akan memanggilnya dengan Minji.
“Ah, lalu aku ingin bertanya tentang munculnya ekor dari balik gaunku. Apa itu juga efek dari sihir??”
“Ehm. Sebenarnya kau ini jelmaan Rubah. Kami juga akan berubah menjadi rubah jika kami tidak dapat mengendalikan emosi. Itu wajar kok di sini. Tapi, jangan sampai kau terlihat oleh manusia ketika kau sedang berubah menjadi rubah.” Jelas Leeteuk.
“Memangnya ekormu warna apa?” tanya Henry.
“putih. Tapi aku masih belum yakin karena aku sendiri ketakutan melihat ekorku sendiri…. Eeuuhh..”
“Warnamu sama dengan punya Hyung yaa…” sahut Yesung.
“Eh?”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“Kyuhyunnie? Apa ini??? ADAAAAAAAAAAAAAWWWWWWWWWW…. Panas sekaliii…”
“HAAAAAAAAAAIIISS, itu setrika Hae. Jangan kau pegang. Memangnya kau ini tidak punya setrika ya?” tanya Kyuhyun lalu menyingkirkan setrikanya. Haekyu mengangguk. “kalau ini???”
PRAAANNG!!
“Gosh! Jangaaann… itu baru saja ku beli jangan kau bantiiing… Aaahh” Kyuhyun berjongkok meratapi PSPnya. “Ah, mian. Kalau yang ini apa, Kyu??”
TUUUUUUUUUUUUUUUTTTT…
“Itu telpon. Sudah sudaaaahhh. Kau jangan menyentuh barang-barangku. Kau ini autis atau apa sih??”
“Hyuung. Lihat ini airnya bisa keluar sendiriii…” Donghae bermain buka tutup kran air kamar mandi Kyu. “Waahh.. keren sekali. Dunia sihir macam apa lagi ini? Kereenn. Tau deh kenapa Appa melarang kita untuk ke dunia seperti ini… Hey Kyu ini fungsinya untuk apa sih?” tanya Haekyu.
Kyuhyun hanya duduk dan memerhatikan mereka karena kelelahan. Hanya Sungmin yang diam duduk di kursi sambil memerhatikan ke seluruh penjuru rumah. Sepertinya ia lebih tertarik dengan guci guci antik di ruang tamu Kyuhyun.
Kyuhyun segera menelpon Kibum.
“Hyung, kau seenaknya saja menaruh 3 orang autis ini di rumahku. Untung saja Ommaku sedang tidak ada di rumah. Rumahku benar-benar seperti kapal pecah sekaraaang!! Aku tidak bisa menerima orang-orang seperti ini di rumahku. Benar-benar kacau. AAAAAAAAARRGGGHHH…”
“Ya~ Kyu? Gwaenchana??” tanya Kibum masih tidak ngeh.
“KYUHYUUNNIEE… Apa itu? mengapa kau ngomong sendiri siih???” tanya Haekyu keras sampai Kibum dapat mendengarnya. Kyuhyun segera menyembunyikannya.
“Bukan apa-apa. Benar. Bukan apa-apa…”
“Ooohh… Eh, Kyu aku masuk ke kamarmu yaa…” kata Hae lalu melangkah riang sekali menuju lantai dua untuk ke kamar Kyu.
“OMOO!! Hyung. Kau harus membantuku. Aku benar-benar frustaasiiii………”
“Er, baiklah. Tapi saat ini aku dan Hankyung sedang ada tugas. Jadi baru besok bisa ke rumahmu. Okeee.. dadaaaaa…” Tut. “Ah, yoboseyo? Hyung???”
Kyuhyun mengeluh dan menyusul Haekyu ke atas. Dan apa yang ditemukannya? Haekyu merusak segalanya. Kamarnya melebihi kapal yang pecah. Tetapi Haekyu sekarang sudah duduk sambil mengamati foto yang ada dipigura Kyuhyun.
“Ehm…” kyuhyun berdeham. “Eh, Kyu… mian aku merusak kamarmu…” kata Haekyu. Kyuhyun sedikit cemberut tapi senang karena Haekyu mau minta maaf.
“Err… kalo boleh tau, ini pacarmu ya?” tanya Haekyu. Kyuhyun duduk di sebelah Haekyu dan ikut melihat foto itu. itu adalah foto yang diambil beberapa bulan yang lalu bersama Minji. Di foto itu Kyuhyun tersenyum bahagia. Minji tampak tertawa bahagia, alami yang tidak dibuat-buat di rangkulan Kyuhyun.
“Bukan. Dia ini sahabat terbaikku. Tapi dia sekarang pergi ke California. Dan, entah kapan ia akan kembali. Kenapa memangnya ??” tanya Kyuhyun. Haekyu masih memandangi foto Minji lekat-lekat. Ia melihat kalung yang di pakai oleh Minji.
“Kau yakin kalau dia ini pergi ke.. ke mana tadi?”
“California.”
“Ah, Kaltibornia…”
“Iya. Aku mengantarnya waktu ia akan pergi.” Kata Kyuhyun.
Haekyu mengangguk. “Kau kelihatan sangat dekat ya. Sayang sekali dia ini hanya sahabatmu. Padahal, kau ini sangat serasi loh sama dia. Hmmm…” kata Haekyu. Kyuhyun tampak berpikir tetapi ia hanya tertawa kecil.
“Tau apa kau tentang dia? Kau bertemu saja belum pernah!! Sudahlah. Bereskan kamarku cepat.”
“SEENAKNYA SAJA KAU MENYURUH TAMU MEMBERESKAN KAMARMUU… ITU TIDAK SOPAN!”
PLETAAAKKK… Haekyu memukul kepala Kyuhyun dengan buku yang ada di sampingnya dan ngeloyor pergi ke luar kamar Kyuhyun. Kyuhyun lagi-lagi hanya dapat melengos dan mulai membersihkan kamarnya.

..

Kyuhyun menyusul ketiganya di ruang makan. Kyuhyun memasak ramen untuk mereka semua karena perutnya juga sudah lapar. “Ya~ duduklah saja. Sebentar lagi juga jadi…”
“Aku hanya ingin membantu kok, Hyung.” Kata Sungmin. Memerhatikan Kyuhyun memasak.
“Jangan memanggilku Hyung. Aku tau kau lebih tua dari aku.”
“Jincha? Kalau begitu aku duduk ya…”
Setelah agak lama berkutat di dalam dapur, akhirnya ramen special karena pake telor, datang. Asap mengepul-ngepul. Haekyu dengan sigap langsung mengambil dari panci dalam keadaan panas-panas.
“HHHHooohh… Selamat makaaann!!!” soraknya riang gembira.
“Hyung, kau ini kebiasaan sekali.”
“Sudahlah… makan saja. Mumpung ini gratis. Kau tidak akan menemukan ini jika kita tidak bertemu orang baik ini… jangan cerewet. Makan saja. Dan jangan banyak komentar yaa… aku tidak mau kalian merepotkan Kyuhyunnie yang sudah baik pada kita. Aaahh, panasss.. Hhhaahh..”
“Kalau boleh tau kenapa kau memanggil Nunamu dengan sebutan Hyung?” tanya Kyuhyun.
“Kau lihat sendiri kan sifatnya? Dia lebih cocok menjadi Hyungku ketimbang Noona. Sungmin saja memanggilnya Unnie. Astaga. Dunia ini suka terbalik-balik ya…” kata Donghae menatap ke atas dulu baru memakan ramennya.
PLETAAKK..
“Sudah kubilang tadi jangan banyak bicara ketika makan. Sudahlah, makan saja apa sih susahnya?? Dasar cereweett.. baru tau nanti kalau ku kutuk yaahh…” kata Haekyu.
“Jujur, aku masih bingung dengan kalian. Kalian ini sebenarnya dari mana sih?” tanya Kyuhyun lalu menyeruput ramennya.
“Tollyeo?? Mm.”
“AAAAHH… selesaaaiii. Trimakasih atas makanannnyaa!!!” kata Haekyu.
Kyuhyun hanya dapat menganga melihat cewek tomboy di depannya yang sangat aneh ini. Mereka menghabiskan Ramennya tanpa sisa sedikitpun dan kembali mengobrol.
“Kami ini sebenarnya sedang mencari adik kami yang telah lama menghilang. Usianya sudah 17 tahun. Kami terpisah saat dia masih bayi. Kau mau membantu? Tapi, jika tidak mau kita tidak memaksa loh…” kata Haekyu.
“Oh yeah, adik kita itu yeocha… tapi, kami benar-benar tidak tau dia berada dimana.” Sambungnya.
“Begini, kami hanya perlu mencari seseorang yang bernama Bibi Hwang. Sepertinya kita akan kesusahan mencari seseorang bernama Hwang ini di negara ini.” Keluh Sungmin.
“Aku akan membantu. Tetapi, aku hanya dapat membantu sepulang sekolah. Bagaimana?” tanya Kyuhyun. Menurutnya jika ia membantu lebih cepat baginya untuk mengusir mereka dari rumahnya. Ia benar-benar sudah tidak tahan. “Okee.. kau memang chinguku yang paliing baik…”

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

“UWAAAHHH… sejuk sekali di sini, Oppa~” pekik Minji senang sekali ketika Leeteuk mengajaknya duduk di bawah pohon rindang di depan kamar Leeteuk. “Iya, ini tempat favoritku.”
“Tidak terasa ini sudah hampir bulan ke 5 aku tinggal di sini ya. Aku benar-benar merindukan teman-temanku di dunia manusia… Bagaimana ya mereka sekarang?” gumam Minji.
Leeteuk meliriknya sejenak lalu membiarkan Minji bersandar di bahunya. “Aa, mereka pasti baik-baik saja. Pasti itu. Ya~ kau ingin mengunjungi mereka, eh?”
“Bolehkah?”
“Aku akan membantumu. Aku tidak tega melihat satu-satunya dongsaeng perempuanku menderita karena tidak bertemu dengan teman-temannya. Mm, begini… aku tunjukan padamu portal tapi kau harus pulang ketika matahari terbenam ya. Kalau tidak kau bisa-bisa tidak bisa kembali ke sini dan baru bisa kembali keesokkan paginya.”
“Mmm.. baiklah. Aku setuju. Aaah, Oppa saranghae…”
DUAAAAAAAAAAAAAAAARRR..
“YESUNGIE!! HENRY!! Kapan sih kalian berhenti berbuat jahil seperti itu, eh????” geram Leeteuk tanpa menoleh sedikitpun karena ia sudah dapat melihat kelakuan mereka lewat kekuatan sihirnya.
“Aaah, kenapa kau selalu tau ssiiihh????” Yesung keluar dari persembunyiannya. Henry juga. Minji tertawa terbahak. “Hebat sekali Oppa bisa melihat mereka yaaa… astaga.”
“Bisa dooong. Aku ini calon raja! Ingat itu Yesungie.”
“Iya deehh, weeekkkk ayo Henry kita kerjai Wookie…”
“Eh? Jangan deh. Nanti kasihan Wookie Hyung… dia nanti kena serangan jantung mendadak bagaimana? Kalau Teuki Hyung kan sudah kebal.. ya kaann?”
Yesung mencibir lalu segera menghilang karena ekornya sudah mulai muncul. Mereka hanya dapat tertawa.
“Eh, denger-denger Hyung sama Minji mau ke dunia manusia ya? Aku ikutaan dooongg…”
“Kebetulan sekali. Aku ada tugas untukmu Henry. Tapi aku harap Daddy jangan sampai tau. Ini misi rahasia oke??”
“Oke deeh..”
Leeteuk membisikki Henry tugas yang harus ia kerjakan dan Henry mengangguk yakin.
“Nee~ Araseo. Tenang saja, Minji akan aman bersama ku..”
“Iya, Hyung percaya padamu. Ini karena Hyung ada tugas kerajaan dan juga tidak mungkin Yesung karena dia begitu bandel sedangkan Wookie, dia masih belum lulus jadi belum bisa kemana-mana. Jadi hanya kau lah satu-satunya orang yang bisa diandalkan.”
“IYA HYUUNG.. KAU INI CEREWET SEKALIII… AKU INI SUDAH DEWASA WALAUPUN PENAMPILAN MASIH KYOPTA..”
“Kyopta katamu?” ulang Leeteuk sambil bergidik.’

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
:::::::::::::::::::::::::::::::::: ~.~ ::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: